PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Malam Ramah Tamah Penerimaan Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 bagi Alobi di Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (21/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dalam pelestarian lingkungan hidup sekaligus momentum memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
Acara yang mengusung tema “Merawat Alam, Menjaga Kehidupan, Mewariskan Masa Depan” itu dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, Didampingi: Asisten Perekonomian & Pembangunan, Ka.Bapperida, Ka. Dinas Lingkungan Hidup, Ka. Dinas Kelautan & Perikanan, Ka. Dinas Pangan & Pertanian, Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan, Dato’ Akhmad Elvian Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang yang akrab disapa Prof Udin menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga demi keberlangsungan kehidupan manusia dan generasi mendatang.
Menurutnya, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan budaya, dan kemandirian ekonomi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.
“Pada hakikatnya Allah SWT menciptakan dua unsur utama dalam kehidupan ini, yaitu manusia dan alam semesta atau lingkungan. Keduanya harus berjalan seimbang dan saling menjaga,” ujar Prof Udin.
Ia mengatakan manusia tidak dapat hidup tanpa keberadaan alam. Karena itu, menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengancam kehidupan.
Prof Udin juga menilai alam merupakan sumber pembelajaran yang tidak ternilai bagi manusia. Keberadaan berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan ekosistem memberikan banyak manfaat serta pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ketika berbagai jenis tumbuhan dan hewan mulai punah, kita tidak lagi bisa mempelajari perilaku dan manfaatnya. Lebih dari itu, hal tersebut juga akan mengganggu keseimbangan alam secara keseluruhan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai upaya, mulai dari pelestarian tanaman, pemuliaan tumbuhan dan hewan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.
Menurut Prof Udin, kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bersama demi keberlanjutan hidup manusia dan bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Malam ramah tamah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi ajang penghormatan bagi para pegiat lingkungan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.








