Agustu Afendi: Kader IBM Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba di Pangkalpinang

Foto: Agustu Afendi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran kader Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang telah terbentuk di sejumlah wilayah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, mengatakan kader-kader tersebut menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, meskipun Program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) tidak berjalan secara masif seperti beberapa tahun sebelumnya, keberadaan kader yang telah dibentuk tetap dipertahankan dan terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pencegahan.

“Program Bersinar memang pernah berjalan di beberapa kelurahan. Walaupun saat ini tidak seperti sebelumnya, kader-kader yang sudah terbentuk masih ada dan tetap kita libatkan,” kata Agustu.

Ia menjelaskan, kader IBM dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkotika, teknik edukasi masyarakat, hingga mekanisme pendampingan bagi warga yang ingin mendapatkan layanan rehabilitasi.

Menurut Agustus, masih banyak keluarga yang merasa takut atau malu ketika salah satu anggota keluarganya terjerat penyalahgunaan narkoba. Padahal, keterbukaan menjadi langkah awal yang penting dalam proses pemulihan.

“Kalau ada anggota keluarga yang terkena narkoba, jangan disembunyikan. Semakin cepat dibantu dan direhabilitasi, semakin besar peluang untuk pulih,” ujarnya.

Selain memperkuat peran kader masyarakat, Pemkot Pangkalpinang juga terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.

Agustu menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan kepedulian bersama agar generasi muda terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga anak-anak dan generasi muda dari bahaya narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas bersama,” katanya. (Nizar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *