Lampung Darurat Narkoba! Mayoritas Pelaku Kejahatan Pecandu, Apa Kabar BNN!!!!

Opini oleh: Bustami,S.sos.MM.
Tokoh Masyarakat,
Adat Unyi Gunung Sugih

LAMPUNG-TENGAH
Suaranusantara.Online –

Kondisi penegakan hukum dan keamanan di Provinsi Lampung saat ini memprihatinkan. Berbagai data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa wilayah ini sedang berada dalam kondisi darurat narkoba.

Yang lebih mengkhawatirkan, hampir sebagian besar tindak kriminalitas yang terjadi belakangan ini bermula dan melibatkan para pengguna atau pecandu narkotika.

Ironisnya, situasi kian memburuk sementara keberadaan serta kinerja lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan barang haram ini, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN), kini menjadi tanda tanya besar di mata publik.

Narkoba Pemicu Utama Kejahatan

Data yang dihimpun dari kepolisian dan kejaksaan menunjukkan tren yang sangat mengerikan. Lebih dari 60% pelaku tindak pidana, mulai dari pencurian, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga pembunuhan, ternyata memiliki riwayat penggunaan narkoba atau sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat melakukan aksinya.

Narkoba tidak lagi sekadar masalah kesehatan, tetapi telah bertransformasi menjadi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat yang sangat serius. Otak yang dikendalikan zat adiktif membuat seseorang kehilangan akal sehat, menjadi agresif, dan nekat melakukan apa saja demi mendapatkan uang untuk membeli barang haram tersebut.

“Anak muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa, kini banyak terjerumus dan menjadi beban masyarakat.

Mereka mencuri, merampok, bahkan menyakiti orang tuanya sendiri, semua karena candu narkoba. Ini bukan lagi sekadar kasus biasa, ini sudah bencana sosial,”

Dimana Peran BNN?

Di tengah menjamurnya peredaran narkoba dan meningkatnya jumlah pengguna, publik mempertanyakan keras fungsi dan kerja BNN. Selama ini masyarakat berharap BNN hadir dengan langkah-langkah strategis, baik dalam hal pencegahan, pemberantasan, maupun pembinaan. Namun realitas di lapangan terasa jauh dari harapan.

Masyarakat bertanya-tanya, mengapa peredaran narkoba masih begitu mudah diakses? Mengapa sindikat-sindikat besar masih bebas bergerak? Dan mengapa jumlah pecandu terus bertambah padahal anggaran dan personel terus ada?

Apa kabar BNN????” seru warga.

Publik menuntut lembaga ini tidak hanya sibuk melakukan razia simbolis atau menangkap pengguna kelas teri, tetapi berani menebas sampai ke akar-akarnya. Tangkap bandar, bubarkan jaringan, dan berikan edukasi yang masif ke masyarakat. Jangan biarkan Lampung semakin tenggelam dalam lumpur narkoba yang merusak generasi dan memicu kriminalitas.

Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Kondisi darurat ini menuntut respons cepat dari Gubernur dan seluruh jajaran Forkopimda. Sinergi antara Polisi, TNI, Kejaksaan, dan BNN harus benar-benar dibangun, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Lampung tidak boleh terus dibiarkan menjadi surga bagi pengedar dan penjual kematian. Seluruh elemen harus bangkit, bertindak tegas, dan menyelamatkan masyarakat dari jerat narkoba sebelum semuanya terlambat.(Gusti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *