Metro,
Suaranusantara.Online-
Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir membuat beban rumah tangga semakin terasa berat. Keluhan dan kekhawatiran kaum ibu meluap, dan suara mereka kini disampaikan secara tegas oleh Ketua Srikandi Pendekar Banten Metro-Lampung,Endang Ruwaliyana dalam sebuah pernyataan pers yang disampaikan di sekretariat Pendekar Banten Metro,Selasa (16/6/2026).
menurut Bunda Endang, keluhan ini datang langsung dari lapisan masyarakat menengah ke bawah yang setiap hari harus mengatur pengeluaran untuk kebutuhan dasar. “Ini bukan sekadar keluhan biasa. Harga beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging terus naik, sedangkan pendapatan tidak bertambah.
Emak-emak di rumah harus berpikir dua kali bahkan tiga kali sebelum berbelanja.
Rasanya seperti dicekik, sulit bernapas memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya dengan nada lantang.
Ia menegaskan bahwa Srikandi Pendekar Banten hadir untuk menjadi corong aspirasi warga yang selama ini merasa suaranya tidak didengar.
“Kami tidak berpolitik, kami berjuang untuk keadilan hidup. Ketika kebutuhan pokok semakin mahal, maka kesejahteraan masyarakat terancam,” tambahnya.
Yang menjadi sorotan tajam, lanjutnya,
adalah sikap para wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif. Hingga saat ini, belum ada tanggapan nyata, usulan solusi, maupun langkah pengawasan yang disampaikan untuk mengatasi lonjakan harga tersebut. “Masyarakat memilih mereka agar memperjuangkan nasib rakyat, bukan hanya duduk diam dan bungkam saat rakyat kesulitan.
Ke mana aspirasi itu disalurkan jika yang seharusnya berbicara justru tidak bersuara?” tegasnya.
Ketua Srikandi Pendekar Banten, berharap pemerintah daerah dan para anggota legislatif segera turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan warga, dan mengambil kebijakan yang efektif untuk menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan sembako yang terjangkau.
Jika tidak ada perubahan, pihaknya bersama elemen masyarakat lain mengancam akan menggelar aksi damai agar perhatian negara tertuju pada persoalan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro terkait keluhan yang disampaikan tersebut.(Gusti)








