PANGKALPINANG, 17 Juli 2025 — Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat dari ancaman paham-paham yang merusak persatuan bangsa. Melalui kegiatan sosialisasi bertema Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), Pemkot menggandeng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Satgas Wilayah Bangka Belitung.
Sosialisasi yang digelar secara virtual pada Kamis (17/7/2025) ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Kota Pangkalpinang, mulai dari peserta dan dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pengurus Masjid Kubah Timah, hingga remaja masjid (Irmas) dan tokoh masyarakat. Acara dipusatkan di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang dan dibuka oleh Kepala Satuan Tugas Antiteror Densus 88 Korwil Babel, AKBP Maslikan.
Mewakili Penjabat Wali Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, turut hadir dan menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah preventif dalam menangkal penyebaran paham RET di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, meskipun Pangkalpinang masih relatif aman dan kondusif, kita tetap harus waspada. Sosialisasi ini penting agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami bahaya laten dari paham-paham tersebut,” ujar Subekti kepada wartawan usai kegiatan.
Media Sosial Jadi Jalur Utama Penyebaran Radikalisme
Dalam paparan AKBP Maslikan, disampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi medium utama penyebaran paham intoleransi dan radikal. Hasil pantauan Satgas menunjukkan bahwa sekitar 80% akun media sosial yang dimonitor memiliki potensi menyebarkan konten berbau ekstremisme dan terorisme. Sementara itu, hanya sekitar 20% yang dinilai sehat dan edukatif.
“Dari pantauan mereka, konten yang mengarah ke terorisme itu mencapai 30%, dan akun-akunnya sekitar 80%. Ini tentu menjadi perhatian serius kita bersama,” ungkap Subekti menegaskan kembali pemaparan narasumber.
Ia pun mengajak seluruh peserta, terutama kalangan muda dan pelajar yang menjadi peserta MTQ, untuk tidak hanya memahami materi sosialisasi, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungannya.
“Kita harapkan teman-teman yang hadir bisa menyampaikan kembali ke kawan-kawan mereka, terutama yang masih sekolah, agar bisa menjaga diri dan mengantisipasi hal-hal yang mencurigakan, termasuk di media sosial,” imbuhnya.
Libatkan Masjid dan Irmas sebagai Mitra Edukasi
Pemkot juga menggandeng pengurus masjid dan organisasi remaja masjid (Irmas) dalam kegiatan ini. Subekti menilai, masjid-masjid yang sering mengundang penceramah dari luar daerah memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama dan menyaring paham-paham menyimpang.
“Karena Masjid Kubah Timah ini milik pemerintah dan sering jadi pusat kegiatan keagamaan, kami mengundang pengurus dan Irmas-nya agar turut memahami pentingnya menjaga keamanan dari paham-paham seperti ini,” jelas Subekti.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memperkuat ketahanan sosial dan meneguhkan semangat kebangsaan.
Edukasi Berkelanjutan Hadapi Ancaman Nyata
Sosialisasi wawasan kebangsaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kota yang akan digelar pada 23 Juli 2025 mendatang. Melalui pendekatan preventif dan edukatif, Pemkot berharap generasi muda dapat lebih bijak dan kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi di dunia digital.
“Dengan memahami dan menyebarkan informasi yang tepat, kita bisa bersama-sama menjaga Pangkalpinang tetap aman dan damai,” tutup Subekti.
Pemerintah Kota Pangkalpinang pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum, dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh paham-paham ekstrem yang mengancam harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.








