PANGKALPINANG – PT Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung mengungkap temuan mengejutkan di tengah polemik antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina menemukan ratusan kendaraan yang diduga menyalahgunakan sistem QR Code untuk mendapatkan BBM subsidi.
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kendaraan yang melakukan pembelian berulang di berbagai SPBU menggunakan QR Code yang sama.
Tidak hanya itu, ditemukan pula kendaraan yang menggunakan nomor polisi berbeda untuk mengakses BBM subsidi.
“Temuan kami di lapangan memang ada QR Code yang digunakan berulang, ada juga kendaraan yang menggunakan nomor polisi berbeda. Terhadap kendaraan yang terindikasi melanggar, QR Code-nya langsung kami blokir,” kata Satriyo.
Hingga saat ini, Pertamina telah memblokir hampir 500 kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan tersebut.
Menurut Satriyo, praktik seperti ini ikut memperparah antrean karena kendaraan yang sama bisa berulang kali mengisi BBM di beberapa SPBU berbeda.
Ia menjelaskan Pertamina terus melakukan pemetaan terhadap pola pembelian BBM melalui sistem digital yang terhubung dengan QR Code.
“Kami bisa memonitor kendaraan yang berpindah-pindah SPBU atau melakukan pembelian tidak wajar. Itu menjadi bagian dari evaluasi kami,” ujarnya.
Pertamina juga mengajak masyarakat melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.
Selain pemblokiran QR Code, Pertamina kini berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu penertiban kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran.








