Kabel PLTS Tanpa Tiang Bergelantungan di Pemukiman Padat, Warga Sabuntan Resah – PLN Bungkam

Suaranusantara.online

SUMENEP, JAWA TIMUR – Keresahan mendalam tengah dirasakan warga Pulau Sabuntan, Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken. Kabel jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tidak dilengkapi tiang penyangga dibiarkan bergelantungan bebas di tengah kawasan permukiman padat penduduk – bahkan nyaris menyentuh tanah tepat di depan pintu rumah warga.

Bacaan Lainnya

Kondisi mengkhawatirkan ini dikeluhkan langsung kepada media ini pada Jum’at, 10 April 2026, setelah berulang kali laporan warga kepada petugas setempat tidak mendapat respons berarti.

Pantauan media di lapangan mengungkap fakta yang miris: kabel jalur PLTS tidak ditopang tiang resmi, melainkan hanya disangkutkan pada pohon-pohon yang tumbuh di depan rumah warga. Kondisi ini menyimpan bahaya laten yang bisa meledak kapan saja.

Seorang warga terdampak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada media ini dengan nada getir.

“Kabel jalurnya dicantolkan ke pohon-pohon di depan rumah warga. Ketika warga menebang pohon tersebut, pastinya kabel jalur PLTS melorot ke bawah.”

Ia juga menunjukkan kepada media ini kondisi sambungan kabel yang saling bertumpuk dan semrawut – kondisi yang secara teknis sangat rentan memicu korsleting listrik dan kebakaran.

Lebih dari itu, ketinggian kabel yang hampir menyentuh tanah di depan rumahnya berpotensi menyebabkan sengatan listrik fatal bagi siapa pun yang melintas, termasuk anak-anak.

Yang membuat warga semakin kecewa, persoalan ini bukan pertama kali disuarakan. Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada petugas PLTS setempat – namun tidak satu pun laporan itu ditindaklanjuti.

“Kami sendiri yang melaporkan kepada petugas PLTS setempat, namun tidak dihiraukan. Apakah masih mau menunggu korban?” – keluh warga tersebut, dengan nada putus asa.

Pertanyaan itu bukan sekadar ungkapan frustrasi. Ia adalah alarm keras bagi pihak berwenang bahwa kesabaran warga telah lama habis, dan risiko kecelakaan tinggal menunggu waktu.

Masyarakat Pulau Sabuntan secara tegas meminta kepada pihak PLN untuk segera memasang tiang yang layak dan memperbaiki sambungan kabel yang bertumpuk, sebelum bencana benar-benar terjadi.

Sayangnya, sikap responsif itu justru tidak datang dari pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab.

Kepala ULP Kangean, Hairul, yang dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada Jum’at, 10 April 2026, tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Infrastruktur listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan di wilayah kepulauan terpencil bukan sekadar kelalaian teknis, ini adalah persoalan hak dasar warga atas keselamatan dan layanan publik yang layak. Diam bukan jawaban. Warga Sabuntan menunggu tindakan nyata, bukan janji.

(GUSNO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *