Juhaini: RT/RW Garda Terdepan Pemerintah, Dukung Normalisasi Sungai dan Budaya Gotong Royong

PANGKALPINANG – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengajak masyarakat dan pengurus RT/RW terpilih untuk mendukung program normalisasi Sungai Rangkui serta pembangunan talud yang akan dilaksanakan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PUPR.

Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi bersama pengurus RT/RW terpilih periode 2026–2031 di Kantor Lurah Opas Indah, Kecamatan Tamansari, Jumat (10/7/2026).

Dalam sambutannya, Juhaini menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus RT dan RW yang baru terpilih. Ia menegaskan bahwa RT/RW merupakan mitra pemerintah sekaligus garda terdepan dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat.

“Beliau (Wali Kota) menitipkan pesan dan mengucapkan selamat kepada RT/RW yang terpilih. RT/RW merupakan mitra pemerintah dan menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program pembangunan di Kota Pangkalpinang,” katanya.

Juhaini menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini sangat mengapresiasi setiap program pemerintah pusat yang masuk ke daerah. Menurutnya, kondisi keuangan nasional yang tengah mengalami pengetatan anggaran membuat daerah harus lebih selektif dalam menjalankan program pembangunan.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya dirasakan daerah, tetapi juga kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Karena itu, bantuan program dari pemerintah pusat menjadi peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Suatu kebahagiaan bagi pemerintah daerah apabila ada program pusat yang masuk ke daerah. Bukan hanya Pangkalpinang, tetapi seluruh daerah di Indonesia saat ini merasakan dampak efisiensi anggaran,” ujarnya.

Terkait normalisasi Sungai Rangkui, Juhaini menjelaskan bahwa berdasarkan kajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kota Pangkalpinang memiliki karakteristik geografis yang menyerupai “kuali” sehingga menjadi titik kumpul aliran air dari berbagai kawasan.

Menurutnya, Kecamatan Tamansari merupakan salah satu wilayah yang berada pada titik rendah sehingga kerap menjadi lokasi akumulasi limpasan air, baik dari aliran permukaan maupun resapan yang tidak terserap tanah.

“Secara teknis Kota Pangkalpinang ini seperti kuali. Air dari berbagai arah akan berkumpul di titik-titik rendah. Karena itu diperlukan sistem pengendalian banjir yang terintegrasi, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan talud,” jelasnya.

Juhaini juga menyampaikan pesan Wali Kota agar masyarakat mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. Selain itu, budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan perlu terus ditingkatkan.

“Kita harus lebih mengedepankan kebersamaan dan gotong royong. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Ada hal-hal kecil yang bisa kita kerjakan bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman,” katanya.

Di akhir sambutan, Juhaini menginformasikan bahwa seluruh RT dan RW terpilih akan mengikuti pembekalan pada 14 Juli mendatang. Kegiatan tersebut akan menghadirkan Wali Kota, Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda, serta sejumlah perangkat daerah sebagai narasumber.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pengurus RT/RW terkait tugas, fungsi, serta peran mereka sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *