ANDRI GUNARSA : Hari Posyandu Nasional ,Pilar Kesehatan Masyarakat yang Tetap Kokoh di Tengah Tantangan

Trimurjo,LAM-TENG.
Suaranusantara.Online–

Tanggal 29 April di peringati sebagai Hari Posyandu Nasional. Sebuah momentum untuk menghargai dedikasi ribuan kader yang telah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan selama puluhan tahun,

Posyandu, atau Pos Pelayanan Terpadu, bukan sekedar tempat penimbangan bayi atau balita, tukas Andri Gunarsa Lurah Trimurjo,Kecamatan Trimurjo,Kabupaten Lampung-Tenga Kamis (30/4/2026).

Lebih dari itu,lanjut Lurah Trimurjo,Andri Gunarsa,.

Posyandu merupakan wujud nyata dari kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.

Berdiri di atas semangat gotong royong, lembaga ini hadir menjangkau hingga ke pelosok desa yang sulit diakses fasilitas kesehatan formal.

Dirinya menandas kan, Peran Strategis Posyandu

Sejak pertama kali digagas, Posyandu memiliki fungsi vital yang dikenal dengan sebutan “Lima Pilar”: yakni,.

KIA (Kesehatan Ibu dan Anak): Memantau pertumbuhan balita dan kesehatan ibu hamil/menyusui.

KB (Keluarga Berencana): Sosialisasi dan pelayanan program keluarga berencana.

Gizi: Pencegahan dan penanganan kasus gizi buruk atau stunting.

Imunisasi: Memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap.

dan yang ke lima,:  Penanggulangan Diare & Penyakit Menular: Edukasi kebersihan dan penanganan awal penyakit ,

Di era modern ini, peran Posyandu semakin diperluas dengan menjadi ujung tombak program Stunting serta pendataan kesehatan tukasnya.

Lebih jauh Andri sapaan akrab Lurah Trimurjo, menuturkan.

Dedikasi Kader: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Di balik suksesnya pelayanan kesehatan masyarakat, ada sosok kader Posyandu yang bekerja secara sukarela. Dengan kesabaran dan ketulusan, mereka datang setiap bulan, mencatat data, mengisi KMS (Kartu Menuju Sehat), hingga melakukan kunjungan rumah bagi warga yang membutuhkan.

“Mereka adalah mata dan telinga pemerintah di masyarakat. Tanpa adanya kader Posyandu yang tangguh, program kesehatan nasional akan sulit tersentuh hingga ke akar rumput,pungkasnya.

Di singgung seputar Tantangan dan harapan Andri memaparkan,.

Peringatan Hari Posyandu Nasional tahun ini juga menjadi momen refleksi. Masih terdapat tantangan seperti minimnya sarana prasarana,.

regenerasi kader, hingga kesadaran masyarakat yang kadang menurun. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dunia usaha sangat dibutuhkan agar Posyandu tetap eksis dan semakin profesional.

Melalui momentum ini, diharapkan peran Posyandu semakin diperkuat, kader semakin dihargai, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,terang Pak.Lurah,.

Di penghujung kalimat Lurah Trimurjo menyampaikan Moto,

Sehat itu Mahal, Mari Jaga Sejak Dini. Selamat Hari Posyandu Nasional!”tutup nya. (Gusti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *