Suaranusantara.online
KABUPATEN BOGOR – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pemerintah Kecamatan Tajurhalang menggelar Tajurhalang Festival 2026 dan Pesta Rakyat.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan dapat menyedot ribuan pengunjung masyarakat sekitar tersebut diselenggarakan berpusat di Halaman Kantor Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan beragam rangkaian acara seru, mulai dari bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pelayanan publik terpadu, pagelaran budaya, Gerakan Pangan Murah (GPM), pertunjukan lenong betawi, hingga panggung musik yang menghibur seluruh masyarakat.
Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Tajurhalang Fest 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, agenda tersebut juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal lewat keterlibatan aktif pelaku UMKM.
“Melalui Tajurhalang Festival dan Pesta Rakyat ini, kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan bersama-sama menyemarakkan peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 dengan penuh semangat kebersamaan dan kegembiraan,” ujar Ivan Pramudia.
Ia menambahkan, festival tersebut diharapkan menjadi ajang silaturahmi, sarana hiburan, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Tajurhalang dan pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bogor.
“Sejalan dengan semangat HJB ke-544, yaitu ‘Bogor Bergerak Serempak, Nyata Berdampak’, dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Tajurhalang tahun ini sudah sangat dirasakan masyarakat. Mulai dari kelanjutan pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede – Kemang, Red) pembangunan SMAN 2 Tajurhalang, hingga pembangunan stadion mini di Desa Sasak Panjang. Ini semua adalah bukti nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Tajurhalang Fest 2026 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan, Kiyat Mujiono menjelaskan, bahwa kemeriahan acara sudah dimulai sejak pagi hari.
Rangkaian kegiatan, lanjut Kiyat, diawali dengan tebar benih ikan di Setu Tonjong, disusul jalan santai, bazar UMKM, hingga GPM yang menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.
Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan pelayanan publik langsung di lokasi untuk mempermudah warga.
“Kami menyediakan posko pelayanan dari Disdukcapil, Bappenda, hingga Samsat agar masyarakat bisa mengurus dokumen dengan mudah sambil menikmati festival,” jelas Kiyat.
Kiyat juga menegaskan, bahwa komitmen pihak kecamatan dalam melestarikan keragaman budaya yang tumbuh subur di Kabupaten Bogor. Berbagai sanggar seni lokal di wilayah Tajurhalang turut dilibatkan untuk menampilkan kekayaan budaya sunda, betawi, seni tari, hingga pertunjukan barongsai.
“Guna membangkitkan tradisi lokal, pembukaan Tajurhalang Fest diawali dengan prosesi Palang Pintu khas budaya betawi. Sebagai pemungkas rangkaian acara pada malam hari, masyarakat akan dihibur oleh pagelaran musik dan pertunjukan lenong Betawi,” ungkapnya.
(mardioto)








