Suaranusantara.online
SUMENEP, JAWA TIMUR – Di bawah terik matahari pagi yang menyengat, deretan petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Masalembu berdiri tegak di garis terdepan pelayanan.
Minggu, 29 Maret 2026, Pelabuhan Masalembu kembali bergeliat – ratusan calon penumpang mengalir menuju kapal yang akan bertolak ke Kalianget, dan tidak satu pun dari mereka dibiarkan kebingungan tanpa panduan.
Itulah wajah nyata komitmen yang dibangun oleh Kepala Kantor UPP Kelas III Masalembu, Rahmat Rahim – pemimpin yang tidak sekadar memberikan instruksi dari balik meja, tetapi memastikan setiap roda pelayanan berputar sempurna di lapangan.
Arus penumpang yang membeludak lazimnya menjadi ujian nyata bagi manajemen pelabuhan mana pun. Namun di Masalembu, koordinasi lintas instansi yang dikawal langsung oleh jajaran UPP menjadikan proses embarkasi berlangsung tertib dan terkendali.
Petugas ditempatkan di titik-titik strategis – mengatur antrean, memeriksa kelengkapan dokumen, sekaligus memastikan standar keselamatan pelayaran ditegakkan tanpa kompromi.
Tak ada ruang bagi kekacauan. Setiap penumpang diarahkan dengan sigap, setiap potensi kepadatan diantisipasi lebih awal.
Kepala Kantor UPP Kelas III Masalembu, Rahmat Rahim menegaskan, bahwa kesiapsiagaan penuh adalah standar minimum yang tidak bisa ditawar, terutama saat mobilitas masyarakat tengah meningkat tinggi.
“Seluruh petugas kami siagakan untuk memastikan proses naik kapal berjalan lancar, aman, dan tertib. Kami juga terus mengingatkan penumpang agar mematuhi aturan keselamatan pelayaran,” tegas Rahmat Rahim.
Bukan sekadar retorika di bawah kepemimpinannya, petugas UPP Masalembu rela berjibaku di bawah sengatan matahari demi satu tujuan: setiap penumpang naik kapal dengan selamat, nyaman, dan tenang.
Kerja keras itu tidak luput dari perhatian masyarakat. Salah seorang calon penumpang yang hendak bertolak ke Kalianget mengungkapkan rasa terima kasihnya secara langsung.
“Terima kasih kepada petugas Kantor UPP Masalembu dan Bapak Rahmat Rahim yang selalu siaga memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada kami,” ujarnya.
Apresiasi itu menjadi bukti, bahwa pelayanan prima bukan hanya slogan, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat pengguna jasa pelabuhan.
Masalembu mungkin berada di salah satu wilayah kepulauan yang jauh dari pusat kota, namun di bawah kendali Rahmat Rahim, jarak bukan alasan untuk menurunkan standar.
UPP Kelas III Masalembu membuktikan, bahwa pelayanan publik berkelas dapat hadir di mana pun – termasuk di ujung perairan Laut Jawa sekalipun.
(GUSNO)








