PANGKALPINANG – Malam puncak semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar meriah di Bangka City Hotel, Minggu (17/8/2025) malam. Acara ini dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, seluruh pejabat eselon II, serta jajaran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025.
“Sejak Januari hingga Februari, kita telah melaksanakan latihan gabungan yang diikuti siswa-siswi kelas X dari seluruh SMA sederajat di Kota Pangkalpinang. Dari sekitar 200 pendaftar, akhirnya terpilih 36 putra-putri terbaik menjadi anggota Paskibraka tahun ini,” ujar Donal.
Ia menambahkan, meski tahun ini tidak ada perwakilan yang lolos ke tingkat nasional, namun para anggota Paskibraka 2025 tetap patut dibanggakan. Mereka telah sukses menjalankan tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan 17 Agustus pagi hari.
“Perlu saya sampaikan, masa tugas Paskibraka tidak berhenti sampai pada pengibaran bendera hari ini. Mereka masih memiliki tanggung jawab hingga 1 Juni 2026 mendatang sebelum resmi dikukuhkan sebagai purna Paskibraka. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak agar terus membina generasi muda ini,” jelas Donal.
Usai laporan Kesbangpol, Pj Wali Kota Pangkalpinang dalam sambutannya mengibaratkan Kota Pangkalpinang sebagai orang tua yang selalu mendampingi anak-anaknya. Menurutnya, generasi muda harus menanamkan semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan senantiasa mengutamakan kebersamaan.
“Kalau anak-anaknya pantang menyerah dan mau mengalah, maka orang tuanya pun akan ikut berbesar hati. Prinsip kebersamaan inilah yang harus terus dijaga agar Kota Pangkalpinang semakin maju,” ujarnya.
Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik apabila pemerintah mampu menggunakan anggaran secara efektif.
“Tidak perlu berantem soal anggaran. Dengan efisiensi, kita bisa membuktikan bahwa pembangunan tetap berjalan dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih, mentor, pamong, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam mendidik dan membimbing generasi muda.
“Para pelatih dan mentor telah mendidik anak-anak kita agar kelak menjadi pejuang dan pemimpin yang tangguh. Mudah-mudahan dari sinilah lahir generasi muda yang lebih baik dan lebih kuat untuk memimpin bangsa di masa depan,” tambahnya.
Malam puncak semarak HUT ke-80 RI ini ditutup dengan doa bersama dan hiburan rakyat yang dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat.








