Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat serahkan hadiah kepada pemenang juara 1.
Suaranusantara.online
KABUPATEN BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Kabupaten Bogor menggelar kompetisi Pasanggiri Rampak Seni Tari Jawa Barat (Jabar). Acara yang berlangsung semarak tersebut digelar di halaman Kantor DPC PDI-P, Jl. Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (30/6/2026).
Momentum tersebut sekaligus menjadi puncak acara peringatan Bulan Bung Karno, serta ajang mempererat tali silaturahmi antara jajaran pengurus partai, anggota legislatif, para sesepuh, hingga kader akar rumput.
Sebanyak 30 sanggar seni tari dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor turut ambil bagian dalam lomba pasanggiri tari rampak jaipong tersebut.
Dalam menentukan pemenang, tim juri menitikberatkan penilaian pada pilar penting seni tari tradisional, yaitu wiraga (keterampilan gerak), wirama (keselarasan irama musik), dan wirasa (penghayatan), yang dipadukan dengan kreativitas koreografi, tata busana, serta kekompakan tim.
Suasana di lokasi sempat berubah hening penuh ketegangan saat momen pengumuman pemenang tiba. Rasa cemas dan haru bercampur aduk di antara para peserta.
Penonton dan pendukung yang memadati area kantor DPC PDIP pun tampak saling berbisik, menebak-nebak sang juara berdasarkan performa yang disuguhkan sejak pagi.
Berdasarkan keputusan tiga juri dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Sanggar Komala Sunda sukses keluar sebagai Juara 1 setelah berhasil mengumpulkan nilai tertinggi sebesar 1.726. Posisi Juara 2 diraih oleh Sanggar Seni Riska Rahayu dengan nilai 1.722, disusul Sanggar Seni Dewi Ratih A sebagai Juara 3 dengan nilai 1.707.
Sementara itu, untuk kategori juara harapan, peringkat Harapan 1 diraih oleh Sanggar Seni Damiang Sunda (nilai 1.705), Harapan 2 ditempati Sanggar Seni Sandiakala (nilai 1.694), dan Harapan 3 dibawa pulang oleh Sanggar Seni Dewi Ratih B (nilai 1.670).
Usai ketegangan mereda, suasana kembali pecah dan semakin meriah ketika keluarga besar DPC PDI-P Kabupaten Bogor, para peserta sanggar, ratusan pendukung, serta tamu undangan spontan berjoget bersama diiringi lantunan musik angklung yang rancak.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa agenda tersebut merupakan wujud nyata dari salah satu pilar Trisakti Bung Karno, yaitu “Berkepribadian dalam Kebudayaan”.
”Kami sangat mengapresiasi seluruh sanggar yang tampil luar biasa hari ini,” ujar Doni.
Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut kemudian mengingatkan kembali tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah gempuran teknologi modern.
Menurutnya, tanpa fondasi budaya yang kuat, identitas bangsa perlahan bisa terkikis.
“Semakin maju teknologi, semakin banyak budaya baru yang masuk. Bung Karno mengajarkan bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus dijaga ketat agar tidak hilang satu per satu,” tegas Doni.
Dalam kesempatan yang sama, Doni mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk kembali merenungkan dan mengamalkan tiga pesan penting dari Sang Proklamator, yaitu mengamalkan Pancasila, membumikan Trisakti, dan selalu berpihak pada rakyat kecil (wong cilik).
Ia menaruh harapan besar agar kompetisi tersebut tidak berhenti di sini, melainkan menjadi pemantik konsistensi anak muda dalam mencintai dan melestarikan kebudayaan Sunda ke depan.
(mardioto)








