​Perkuat Persatuan dan Silaturahmi, Alumni PGAN Bogor Gelar Reuni Akbar Angkatan 1975 – 1992

Ketua APGAN, Mustawan

Suaranusantara.online

Bacaan Lainnya

​KABUPATEN BOGOR – Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (APGAN) Bogor menunjukkan komitmennya dalam memperkuat persatuan, persaudaraan, dan merawat hubungan kasih sayang antar-lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Reuni Akbar lintas angkatan dari tahun 1975 hingga 1992.

Acara yang berlangsung meriah sekaligus penuh haru ini digelar di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026).

​ Ketua APGAN Bogor, Mustawan  menjelaskan, bahwa reuni akbar tersebut bertujuan agar para alumni dapat saling mengenal lebih dekat.

Tidak hanya sekadar berkumpul, ia juga mendorong para alumni untuk terus produktif menghasilkan karya-karya nyata di masyarakat.

​”Tujuan utamanya adalah agar para alumni bisa saling mengenal kembali. Kemudian untuk ke depannya, kami berharap para alumni harus dapat terus berkarya,” ujar Mustawan, yang merupakan lulusan PGAN Bogor angkatan 1983, kepada suaranusantara.online.

Selain itu, Mustawan juga mengajak para rekan sejawat yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun) untuk tetap aktif bergerak melalui wadah organisasi alumni tersebut.

​”Mudah-mudahan rekan-rekan yang sudah purna bakti, ke depannya bisa lebih giat lagi mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh APGAN, seperti pengajian rutin dan agenda sosial lainnya,” ungkapnya.

​Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar APGAN Bogor, Ojat Sudrajat melaporkan, bahwa antusiasme peserta dalam acara tersebut sangat luar biasa.

Tercatat sebanyak 1.180 alumni hadir memadati lokasi acara. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Jawa Barat, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia.

​”Alhamdulillah, yang hadir mencapai 1.180 orang. Bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa, seperti Papua, Pekanbaru, dan daerah lainnya. Apalagi yang dari sekitar Jawa Barat, kehadirannya sangat luar biasa,” kata Ojat.

​Suasana khidmat dan haru sempat menyelimuti ruangan ketika Ojat mengajak seluruh alumni, guru, dan tamu undangan yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala dan mengirimkan do’a kepada keluarga besar APGAN yang telah tiada.

​”Saya mohon mari kita sama-sama membacakan surat Al-Fatihah dan do’a bersama, khususnya untuk bapak dan ibu guru kita, teman-teman dari angkatan 1975 sampai 1992, serta saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita. Semoga almarhum dan almarhumah dibebaskan dari siksa kubur dan diberikan kenikmatan yang luar biasa di alam kubur oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal alaamiin,” ucapnya penuh haru.

Hal menarik lainnya dalam reuni akbar tersebut adalah adanya imbauan khusus dari panitia terkait penggunaan atribut profesi.

Ojat meminta seluruh alumni yang kini sukses menjabat di berbagai instansi, baik di kepolisian, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun praktisi hukum untuk melepaskan ego sektoral mereka selama acara berlangsung.

Menurut Ojat, melepas atribut jabatan sangat penting demi menjaga kesetaraan dan kenyamanan, serta menghindari rasa canggung di lingkungan pertemanan masa sekolah.

​”Teman-teman kami saat ini profesinya beragam, ada yang menjadi anggota Polri, aktif di LSM, menjadi pengacara (lawyer), dan lain sebagainya. Saya mohon semua atribut dan jabatan yang sedang diemban tolong jangan dibawa ke acara ini. Sebab, hal itu bisa mengganggu kenyamanan dan membuat suasana menjadi kaku bagi sahabat-sahabat kita yang lain,” pungkas Ojat.

(mardioto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *