Pembangunan Jaringan Irigasi di Desa Sambung Rejo Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Suaranusantara.online

LAMONGAN – Pembangunan jaringan irigasi yang berlokasi di Desa Sambung Rejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan diduga dikerjakan asal-asalan serta melanggar Undang Undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik).

Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan, bahwa pembangunan jaringan irigasi tersebut diduga dikerjakan asal jadi, serta tidak jelas sumber anggarannya.

“Aku janggal, sebab ora ono papan informasi proyek e nuk panggonan, tur koyok ane onok dugaan dikerjakno pokok dadi,” ujarnya dengan dialog dalam bahasa Jawa, Selasa (7/7/2026) yang berarti “Saya selaku warga merasa janggal, sebab di lokasi proyek tidak ada papan informasi yang terpasang, serta seakan-akan diduga dikerjakan asal jadi.

Sementara itu, menurut Vano CV pelaksana proyek saat dikonfirmasi terkait volume lebar, panjang dan tinggi serta nilai anggarannya tidak menjawab, hanya menjawab berkenaan dengan tidak adanya papan informasi anggaran kegiatan tersebut, karena lepas tertiup angin.

“Terkena angin lepas,” ucapnya,

Di sisi lain, menurut salah satu aktivis di Lamongan, Sarwiyono menyoroti terkait adanya dugaan kelalaian dalam pembangunan jaringan irigasi tersebut

“Kami menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam pembangunan jaringan irigasi di desa sambung Rejo kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan di mana rongga pada struktur pekerjaan diduga tidak diisi adonan material sebagaimana mestinya. Kondisi ini patut diduga dapat mengurangi kualitas dan kekuatan, serta umur teknis bangunan irigasi tersebut”.

“Kami meminta pihak pelaksana, pengawas, dan instansi/dinas terkait untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh, memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB yang berlaku”.

“Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka harus ada langkah perbaikan dan pertanggungjawaban yang jelas”.

“Dalam Pembangunan infrastruktur publik harus mengutamakan mutu, transparansi, dan akuntabilitas, karena hasilnya akan langsung di rasakan oleh masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada fungsi irigasi tersebut,” tegasnya.

Jurnalis: Ainur Rofik ( Lamongan )
Penulis: Wahyudi dese Subagio

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *