Suaranusantara.online
KABUPATEN BOGOR – Puncak peringatan Milad ke-110 sekaligus Temu Akbar Mathla’ul Anwar (MA) berlangsung khidmat di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (12/8/2026). Mengusung tema “Memajukan Umat, Membangun Bangsa” dan slogan “Tebar Mawar”, perhelatan ini dihadiri sekitar 3.000 pengurus serta anggota MA dari berbagai daerah.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA menegaskan, bahwa usia 110 tahun merupakan momentum krusial bagi seluruh jajaran organisasi untuk mengevaluasi diri sekaligus menuntaskan berbagai target yang belum tercapai.
Menurutnya, MA harus terus menaikkan standar peranannya agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Mathla’ul Anwar harus semakin naik level dan menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Jazuli kepada wartawan.
Guna mencapai target tersebut, Jazuli menginstruksikan seluruh jajaran kepengurusan, mulai dari tingkat pusat hingga cabang untuk bergerak aktif sesuai fungsi masing-masing.
“Tidak boleh ada pengurus yang hanya menjadi penonton. Bangsa Indonesia akan melihat kontribusi nyata Mathla’ul Anwar melalui karya dan pengabdian yang kita berikan,” tegasnya.
Selain restrukturisasi semangat kerja, Jazuli menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola organisasi.
Fokus utama perbaikan mencakup evaluasi sistem pendidikan, penguatan kurikulum, serta penataan madrasah-madrasah yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Upaya penguatan sektor pendidikan ini mendapat dorongan strategis melalui kerja sama resmi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU), satuan pendidikan MA tingkat SLTA/SMA/MA di Jawa Barat kini resmi menjadi mitra pemerintah daerah dalam pengembangan mutu pendidikan, termasuk penyaluran program beasiswa.
Melalui kemitraan dan pembenahan internal ini, Jazuli optimistis MA mampu mencetak generasi lulusan yang unggul.
”Lulusan Mathla’ul Anwar harus menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perjuangan organisasi tidak akan berkelanjutan tanpa konsistensi. Karena itu, seluruh gerak langkah Mathla’ul Anwar harus berdasarkan sistem, manhaj, dan program kerja yang jelas,” pungkasnya.
(mardioto)








