Hamdan: GENPRO Babel Tumbuh dari Komunitas Kecil Menjadi Rumah bagi 700 Pelaku Usaha

PANGKALPINANG – Asisten Vice President (AVP) GENPRO Kepulauan Bangka Belitung, Hamdan Abdullah Putra Utama, mengungkapkan perjalanan GENPRO Babel yang berawal dari komunitas kecil pada 2020 hingga kini berkembang menjadi wadah bagi sekitar 700 pelaku usaha di Bangka Belitung.

Hal itu disampaikannya dalam Pelantikan Pengurus Area GENPRO Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung di Pangkalpinang, Kamis (30/7/2026).

Hamdan mengatakan, GENPRO lahir dari semangat sederhana untuk menghadirkan ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para pelaku usaha. Bersama sejumlah rekannya, ia memulai gerakan tersebut melalui kegiatan diskusi dan sharing business yang membahas strategi bisnis serta pengembangan usaha.

“Awalnya kami hanya bertiga. Tujuannya sederhana, bagaimana lebih banyak orang mau belajar bisnis dan wirausaha. Kami rutin mengadakan kegiatan sharing business, membahas bisnis dan bagaimana usaha bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Hamdan, perjalanan GENPRO tidak selalu berjalan mulus. Bahkan dalam hampir satu tahun terakhir, aktivitas organisasi sempat melambat karena kesibukan masing-masing pengurus dan tantangan bisnis yang dihadapi anggota.

Meski demikian, semangat para pengurus dan anggota membuat GENPRO kembali aktif dan menggelar berbagai kegiatan untuk memperkuat jaringan pelaku usaha di daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM, mulai dari penyediaan fasilitas kegiatan hingga program pelatihan bagi para pelaku usaha.

Salah satu program yang disebut memberikan dampak besar bagi UMKM adalah pelaksanaan Car Free Day di Kota Pangkalpinang. Hamdan menilai kebijakan tersebut berhasil membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil.

Menurut data yang dihimpun komunitasnya, perputaran uang di kawasan tersebut meningkat signifikan setelah Car Free Day berjalan secara rutin.

“Sebelum ada Car Free Day, transaksi yang terjadi sekitar Rp35 juta setiap Minggu. Setelah berjalan, nilainya mencapai sekitar Rp150 juta. Jumlah pengunjung juga meningkat dari sekitar seribu menjadi lima ribu orang,” katanya.

Hamdan menilai peningkatan aktivitas ekonomi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas dan pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ia menambahkan, perkembangan Car Free Day turut berdampak pada pertumbuhan anggota GENPRO. Jika sebelumnya jumlah anggota sekitar 300 orang, kini telah mencapai sekitar 700 pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas tersebut.

Ke depan, GENPRO Babel berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi, pelatihan, dan penguatan jejaring bisnis bagi para anggotanya. Organisasi itu juga mulai melibatkan generasi muda melalui program Youth GENPRO sebagai upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

“Kami ingin terus bersinergi dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak lainnya. Masih banyak persoalan UMKM yang perlu diselesaikan bersama, dan kami siap terlibat dalam mencari solusi untuk kemajuan pelaku usaha di Bangka Belitung,” tutup Hamdan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *