Menu MBG hari ini, Senin (26/1/2026).
Suaranudantara.online
KALIANGET, JAWA TIMUR – Sebuah strategi unik muncul dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kalianget.
Kepala sekolah mengajukan permohonan agar seluruh guru dan tenaga administrasi ikut menerima jatah makan bergizi, bukan semata untuk konsumsi pribadi, melainkan sebagai solusi menghadapi siswa yang masih ragu memanfaatkan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini.
“Untuk sementara ini belum, tapi kami sudah ajukan. Pertengahan Januari 2026 sudah didata, berapa semua jumlah dewan guru,” ungkap Anik Retno Winarni, S.Pd., Kepala SMAN 1 Kalianget, saat dihubungi via WhatsApp, Senin (26/1/2026).
Pernyataan Bu Anik – sapaan akrabnya – ini mengungkap fakta menarik di balik suksesnya program MBG yang telah berjalan sejak pertengahan November 2025.
Meski distribusi dari dapur MBG Kecamatan Kalianget berjalan lancar dengan menu sesuai standar pemerintah, masih ada sejumlah siswa yang enggan atau “mas kurat” (tidak yakin, red) terhadap program ini.
Langkah mengajukan guru dan tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam program MBG bukan sekadar usulan biasa. Ini adalah strategi keteladanan yang diperhitungkan matang oleh pihak sekolah.
“Alhamdulillah untuk program makan bergizi gratis aman, terutama menu yang disuguhkan sesuai dengan program pemerintah,” ujar Bu Anik meyakinkan.
Dengan harapan dapat melihat langsung para guru juga ikut menikmati makanan yang sama, dan diharapkan siswa yang masih ragu akan terdorong untuk turut berpartisipasi. Pendekatan psikologis ini dinilai lebih efektif ketimbang sekadar imbauan verbal.
Menariknya, ketika dikonfirmasi terkait usulan tersebut, pengurus dapur MBG Kalianget yang mendistribusikan ke SMAN 1 Kalianget belum dapat memberikan penjelasan resmi.
“Wa’alaikumsalam, maaf bapak masih zoom dengan pimpinan,” respons singkat pengurus dapur MBG saat dihubungi via chat WhatsApp di hari yang sama.
Ia hanya berjanji akan menindaklanjuti.
“Oh iya bapak, nanti saya hubungi lagi,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah usulan SMAN 1 Kalianget akan dikabulkan atau justru memerlukan mekanisme persetujuan khusus dari tingkat pusat.
Program MBG merupakan salah satu janji utama kampanye Presiden Prabowo Subianto yang kini mulai direalisasikan secara masif di seluruh Indonesia.
Target program ini jelas: meningkatkan kualitas gizi generasi muda, termasuk di daerah-daerah terluar seperti Kalianget, Kabupaten Sumenep.
Kelancaran implementasi di SMAN 1 Kalianget – meski dengan catatan kecil soal keraguan sebagian siswa – menjadi indikator positif bahwa program strategis nasional ini bukan sekadar wacana. Dari dapur MBG hingga meja makan siswa, rantai distribusi berjalan sesuai rencana.
Kini, tinggal menunggu apakah inovasi Bu Anik dan tim akan mendapat lampu hijau. Jika disetujui, SMAN 1 Kalianget bisa menjadi model percontohan bagaimana sebuah sekolah tidak hanya menjalankan program pemerintah, tetapi juga mencari solusi kreatif agar manfaatnya benar-benar dirasakan semua pihak.
(GUSNO)








