FAKTA! Sumenep Krisis Kesehatan Mengancam: Ratusan Jiwa di Pulau Kangean Terjangkit Kusta, Dinkes Sumenep Tersenyum Puas

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Sumenep H. Samsuri nomor 1 dari kanan seolah-olah menepati janjinya kepada media, klarifikasi tentang kusta bersama Kepala Puskesmas Arjasa nomor 2 dari kanan dr. Dini dan nomor 1 dari kiri Kepala Puskesmas Kangayan Samsuri serta kedua Pj. Kusta Puskesmas Arjasa dan Kangayan di ruang kerja Kapus Arjasa (Foto Doc. Istimewa).

Suaranusantara.online

SUMENEP –  Pulau Kangean kini menjadi “bom waktu” kesehatan yang siap meledak. Ribuan jiwa terancam penularan kusta akibat minimnya upaya screening terhadap keluarga pasien dan lingkungan terdekat sampai saat ini.

Kinerja Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, drg. Ellya Fardansah, M.Kes., kini dikeluhkan dan menjadi sorotan tajam.

Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) yang digembar-gemborkan sebagai terobosan kesehatan masyarakat, ternyata hanya kedok pencitraan belaka.

Peningkatan kasus kusta di Pulau Kangean menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.

Kinerja drg. Ellya Fardansah, M.Kes., bagaikan “macan ompong” – bertaring namun tak mampu berbuat apa-apa. Bagaimana mungkin kesejahteraan kesehatan rakyat Sumenep dapat terwujud, jika fakta lapangan di Kecamatan Kangayan menunjukkan kusta masih merajalela tanpa penanganan memadai?

Minimnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi biang keladi permasalahan ini. Meski berbagai solusi telah dipaparkan – mulai dari peningkatan akses fasilitas kesehatan, penyediaan obat-obatan, hingga screening keluarga dekat penderita – namun semua itu terbukti hanya retorika kosong.

Realitas di lapangan menunjukkan, bahwa kusta di Kecamatan Kangayan dan Arjasa hingga kini hanya menjadi “tontonan” tanpa penanganan serius. Sosialisasi intensif tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan kusta pun masih sebatas wacana.

Yang mengejutkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep sebenarnya sudah mengetahui penyebaran kusta di Pulau Kangean sejak lama, namun memilih “tutup mata”.

Pada tahun 1998-1999, beberapa desa di Kecamatan Kangayan bahkan pernah dikunjungi tim kusta dari Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya (RSAL), tim kusta negara Jerman, dan WHO.

Mengutip data Media Center Kabupaten Sumenep (17/11/2017), jumlah penderita kusta menunjukkan tren mengkhawatirkan:
1. 2015, 424 orang
2. 2016, 361 orang (sempat
turun) dan
3. 2017, 470 orang
(meledak kembali) sampai
saat ini tidak ada
penanganan serius.

Dari total penduduk 1.072.113 jiwa pada 2017, terdapat 470 penderita kusta terdaftar. Artinya, per 10.000 penduduk, sebanyak 4,38 persen terjangkit kusta – angka yang sangat mengkhawatirkan.

Sebelumnya, pada edisi 22/11/2024, media ini telah melaporkan dengan judul “Krisis Kesehatan di Kangean: Kusta Menggila, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Membiarkan Begitu Saja”.

Sejak pergantian kepemimpinan Dinkes Sumenep dari dr. H. A. Fatoni, M.Si., Agus Mulyono ke drg. Ellya Fardansah, M.Kes., penyakit kusta di Pulau Kangean justru semakin dibiarkan. Hal ini dikuatkan kesaksian tokoh masyarakat dan beberapa penderita kusta.

Namun berbeda dengan tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, 25 November 2024, drg. Ellya Fardansah mengharapkan penyakit kusta di Sumenep banyak ditemukan, karena semakin banyak ditemukan semakin banyak diobati.

Stekmen Kepala Dinas Kesehatan ini tentunya sangat menyakitkan hati masyarakat kepulauan kangean tentunya, apa yang diucapkan tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, H. Badrul Aini, pada 2017 menyatakan, bahwa di Kecamatan Kangayan, dalam satu desa saja terdapat 20 orang penderita kusta.

Berdasarkan data peningkatan sekitar 50 orang per tahun (2015-2017), tim Media Suara Nusantara memproyeksikan pada 2024 ini kemungkinan sudah lebih dari 1.000 orang penderita kusta di Pulau Kangean.

Ironisnya, di tengah krisis kesehatan yang mengancam ribuan jiwa ini, pihak Dinas Kesehatan Sumenep, Provinsi Jawa Timur  masih “koar-koar” di berbagai pemberitaan agar kinerjanya dinilai profesional. Sebuah kontradiksi yang mencerminkan ketidakseriusan dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.

Pertanyaan mendasar kini mengemuka: Sampai kapan rakyat Pulau Kangean harus menjadi korban kelalaian sistem kesehatan yang ada? Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan drg. Ellya Fardansah, M. Kes., merasa senang kusta mewabah di Pulau Kangean, sungguh sangat ironis

(GUSNO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *