Dosen Akuakultur UBB Latih Siswa Lepar Pongok Kembangkan Produk Perikanan hingga Pemasaran Digital

LEPAR PONGOK – Potensi perikanan yang melimpah di wilayah kepulauan dinilai dapat menjadi peluang usaha bagi generasi muda jika diimbangi dengan kemampuan mengolah, mengemas, dan memasarkan produk secara tepat.

Atas dasar itu, Tim Pengabdian Program Studi Akuakultur Universitas Bangka Belitung (UBB) memberikan pelatihan pengemasan produk perikanan dan pemasaran digital kepada siswa SMAN 1 Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema Penguatan Jiwa Entrepreneur Siswa SMAN 1 Lepar Pongok melalui Pelatihan Pengemasan Produk Perikanan dan Pemasaran Digital tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam mengembangkan produk berbasis perikanan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Humas SMAN 1 Lepar Pongok, Wahyu Novaldi R., S.Pd., serta Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ardiansyah Kurniawan, M.P.

Dalam sesi penguatan kewirausahaan, Nurul Wulandari, S.Pi., mengajak siswa untuk mulai mengenali minat dan potensi diri sebagai langkah awal membangun usaha. Menurut dia, keberhasilan berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga keberanian membaca kebutuhan pasar dan terus mencoba berbagai peluang yang ada.

“Jiwa usaha harus selalu diasah dengan apa yang kita sukai, tetapi juga harus mampu melihat peluang di pasar. Oleh karena itu kita harus terus mencoba hingga menemukan passion yang tepat,” kata Nurul.

Ia menjelaskan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap kebutuhan konsumen menjadi modal penting bagi calon pelaku usaha muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Setelah sesi materi, para siswa mengikuti praktik pengemasan produk perikanan yang dipandu langsung oleh Dr. Ardiansyah Kurniawan. Pada kegiatan tersebut, siswa mempraktikkan proses pengemasan Sambel Ingkung, salah satu produk olahan yang dikembangkan di lingkungan sekolah.

Mereka diperkenalkan dengan teknik pengemasan vakum dan penggunaan kemasan yang lebih menarik agar produk memiliki daya simpan lebih baik sekaligus meningkatkan nilai jual. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa yang mencoba langsung peralatan pengemasan yang disediakan.

Tidak berhenti pada proses produksi, peserta juga dibekali strategi pemasaran digital sebagai upaya memperluas jangkauan pasar. Tim pengabdian mengenalkan berbagai platform perdagangan daring, seperti TikTok Shop dan Shopee, yang dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk secara lebih efektif.

Siswa diberikan pemahaman mengenai cara menampilkan produk, membuat promosi yang menarik, hingga memanfaatkan media digital untuk menjangkau calon konsumen di luar wilayah mereka.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ardiansyah Kurniawan, mengatakan penguasaan keterampilan pengemasan dan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam membangun usaha berbasis potensi lokal.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan mengolah produk, tetapi juga memahami tahapan hilirisasi produk hingga dapat dipasarkan secara lebih luas.

Dengan bekal tersebut, potensi produk perikanan dan makanan olahan yang berkembang di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda di Lepar Pongok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *