Dinkes Pangkalpinang Perkuat Deteksi Dini Penyakit Menular, 119 Posyandu ILP Dilibatkan

Caption foto : Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang dr. Hisar Mangoloi Manalu, S.K.M.

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan memperkuat upaya penanggulangan penyakit menular dengan melibatkan jaringan pelayanan kesehatan hingga tingkat kelurahan. Sebanyak 119 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) disiapkan menjadi bagian dari upaya memperluas deteksi dini penyakit di tengah masyarakat.

Penguatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), pihak swasta, serta unsur terkait lainnya, Selasa (3/11/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar Manalu, saat di wawancara wartawan mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun jejaring kerja sama antarlembaga dalam mendukung penanggulangan AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Menurut Hisar, penanganan penyakit menular membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan organisasi masyarakat dan berbagai sektor diperlukan untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Salah satu langkah yang didorong adalah meningkatkan kemampuan kader Posyandu ILP agar dapat melakukan skrining awal terhadap sejumlah penyakit menular, termasuk HIV, TBC, malaria, dan hepatitis.

“Melalui penguatan kapasitas kader, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenali persoalan kesehatan di lingkungannya. Hasil skrining tersebut nantinya menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut,” jelas Hisar.

Ia menerangkan, Posyandu ILP tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari sistem deteksi dini berbasis masyarakat.

Dengan kemampuan yang dimiliki kader, masyarakat diharapkan lebih aktif mengenali kondisi kesehatan di lingkungannya, mengetahui persoalan yang perlu diprioritaskan, serta menghubungkannya dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Saat ini, Pangkalpinang memiliki 119 Posyandu ILP yang tersebar di berbagai wilayah. Jaringan pelayanan tersebut didukung 26 Puskesmas Pembantu (Pustu), 13 Poskeskel/Poskesdes, serta sembilan Puskesmas.

Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer agar masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan, termasuk pemeriksaan awal dan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi penyakit.

Hisar berharap penguatan jejaring lintas sektor dan peningkatan kompetensi kader dapat membuat penanganan penyakit menular berjalan lebih terarah. Data hasil skrining di tingkat masyarakat juga diharapkan membantu pemerintah menentukan kebutuhan pelayanan dan intervensi kesehatan.

Melalui pendekatan tersebut, Dinas Kesehatan ingin mendorong pelayanan kesehatan yang tidak hanya menunggu masyarakat datang berobat, tetapi juga semakin aktif menjangkau dan mengenali persoalan kesehatan sejak dini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *