Didit Srigusjaya: Bangka Belitung Peringkat Tiga Korban Online Scam, Pemda Harus Tanggap dan Proaktif

PANGKALPINANG, 9 Juli 2025 — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyoroti posisi Bangka Belitung sebagai daerah dengan jumlah korban tertinggi ketiga secara nasional dalam kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang terjebak dalam praktik judi online dan online scam.

Hal itu disampaikan Didit saat wawancara seusai kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pelindungan PMI di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Rabu (9/7). Menurutnya, peringkat ketiga tersebut menjadi indikator penting bahwa pemerintah daerah harus lebih serius dan aktif dalam penanganan kasus-kasus serupa ke depan.

“Kita menjadi korban nomor tiga secara nasional. Ini artinya mengindikasikan bahwa ke depan pemerintah daerah harus terus melakukan penanganan yang konkret,” tegas Didit.

Ia juga mengapresiasi peran lurah dan kepala desa yang dinilainya menjadi garda terdepan dalam mengawasi dan mengedukasi masyarakat di tingkat akar rumput. Menurut Didit, desa dan kelurahan harus diberdayakan untuk membantu mencegah keberangkatan PMI ilegal.

“Alhamdulillah, hari ini para kepala desa dan lurah turut hadir. Karena mereka lah yang paling dekat dengan masyarakat, mereka yang tahu siapa saja warganya yang berangkat secara diam-diam,” ujar Didit.

35 PMI Masih Belum Dipulangkan, Lokasi Belum Sepenuhnya Teridentifikasi

Dalam wawancara tersebut, Didit juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 35 orang warga Bangka Belitung yang belum berhasil dipulangkan dari luar negeri. Mereka diduga masih berada di kawasan Asia Tenggara, namun lokasi pastinya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

“Sampai saat ini masih ada sekitar 35 orang lagi yang belum pulang. Kami doakan semoga mereka dalam keadaan sehat dan bisa segera kembali ke tanah air. Itu yang terpenting,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihak DPRD telah menyampaikan seluruh informasi terkait, termasuk data paspor, alamat asal, dan kronologi keberangkatan, kepada instansi pemerintah pusat dan pihak terkait.

“Kami sudah menyampaikan semuanya ke pemerintah pusat, termasuk paspor dan alamat mereka. Komunikasi juga masih terus kami lakukan melalui forum-forum yang ada. Kami berharap ada hasil konkrit dalam waktu dekat,” ungkap Didit.

Ia menyebut kemungkinan akan ada keputusan atau langkah lebih lanjut pada hari Kamis (10 Juli 2025) jika para keluarga atau pihak terkait dari korban dapat hadir dalam forum lanjutan.

“Insyaallah, besok pagi kalau tidak ada halangan mereka bisa datang, dan kita akan ambil keputusan untuk menindaklanjuti pemulangan 35 orang tersebut,” tutup Didit.

 

Pos terkait