Suaranusantara.online
KABUPATEN BOGOR – Kecamatan Tajurhalang kembali mengadakan Gerakan Pasar Murah (GPM). Kegiatan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar tersebut digelar di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Kamis (21/5/2026).
Terlihat antusias masyarakat setempat cukup tinggi memburu bahan pangan yang dibutuhkan.
Ramainya masyarakat ini merupakan kerja nyata para ketua RT dalam mensosialisasikan kegiatan GPM melalui berbagai fasilitas seperti, pesan WA, di majlis-majlis taklim, media sosial dan lain-lain.
​Bahan pangan yang dijual pada GPM tersebut berupa beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging ayam, hingga sayur-mayur.
Harganya pun lebih miring atau lebih murah di bawah harga di pasar tradisional atau swalayan.
Menurut seorang warga setempat terkait harga bahan pangan yang dijual di GPM tersebut ia mengatakannya lebih murah.
“Yaaa harganya lebih terjangkau lah,” ungkap Ibu Awik (56) warga Perumahan Amarta Resident, RT 4, RW 11, Desa Sasakpanjang.
Ia juga berharap kegiatan tersebut sesering mungkin diadakan, karena sangat membantu meringankan beban pengeluaran belanja.
Pasalnya, kata dia, bahan pangan kebutuhan sehari-hari harganya cenderung mahal.
Hal senada juga disampaikan Subaidin (60) warga RT 2, RW 7.
“Agak miring harganya. Lumayan buat kita. Supaya GPM ini diadakan setiap bulan, kalau bisa..,” ujarnya.
Harga-harga bahan pangan yang dijual pada GPM memang lebih murah, karena sengaja dirancang memotong rantai pasokan.
Barang-barang tersebut didatangkan langsung dari petani, peternak, atau distributor utama, seperti Bulog, misalnya.
(mardioto)








