BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) terus mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan hasil laut yang digelar selama dua hari, 28–29 Juli 2026.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Dian Firnandi, didampingi Kepala Disnakerperindag Kabupaten Bangka Ismir Rahmaddinianto serta Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Insyira.
Dalam sambutannya, Dian Firnandi mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan untuk berwirausaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.
Kepala Disnakerperindag Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka.
Menurutnya, pelatihan difokuskan pada pengolahan komoditas hasil laut menjadi produk bernilai tambah sehingga memiliki daya saing di pasaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha peserta, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan peralatan pengolahan secara gratis serta memfasilitasi pengurusan legalitas usaha.
“Kami tidak berhenti sampai pelatihan selesai. Setiap tiga bulan sekali akan dilakukan pemantauan untuk melihat perkembangan usaha yang dijalankan para peserta setelah mengikuti pelatihan ini,” kata Ismir.
Ia berharap pendampingan tersebut mampu memastikan ilmu yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan sehingga dapat melahirkan usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pelaku UMKM olahan hasil laut, Prety, yang turut berbagi pengalaman dalam kegiatan tersebut, menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mengembangkan usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM harus terus berinovasi agar produk yang dihasilkan mampu mengikuti kebutuhan pasar.
“Yang terpenting adalah inovasi. Setiap tahun harus ada pembaruan dalam pengolahan hasil laut sehingga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan diminati konsumen,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap potensi sumber daya kelautan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor UMKM di daerah.








