PANGKALPINANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang memulai penanaman perdana padi gogo di Kawasan Pangan Terpadu yang berlokasi di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Selasa pagi.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) terkait program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, serta pengembangan kawasan pangan produktif.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febia Dwi Hartanto, mengatakan program tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal pengembangan kawasan pangan yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lapas maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap pembangunan kawasan pangan terpadu di Kelurahan Tuatunu Indah ini membawa dampak yang sangat positif, baik bagi kami selaku Lapas Kelas IIA Pangkalpinang maupun masyarakat,” kata Febia.
Menurut dia, kawasan yang sebelumnya belum produktif mulai menunjukkan perubahan. Karena itu, pengembangannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin instan. Kami ingin membangun secara perlahan sehingga benar-benar menjadi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat dan dapat terus terjaga,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Pangkalpinang juga melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi proses budidaya di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang yang diwakili Drs. Juhaini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah menyatakan dukungan terhadap program yang digagas Lapas Pangkalpinang tersebut.
Dalam wawancara, Agustu menjelaskan bahwa kehadiran dua asisten dalam kegiatan itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan pangan terpadu.
Selain penanaman padi gogo, kegiatan tersebut juga diisi penandatanganan nota kesepahaman antara BAZNAS dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung, kerja sama antara Lapas dengan Dinas Pertanian, serta kerja sama antara Lapas dan Kelurahan Tuatunu Indah.
Ia mengapresiasi langkah cepat pihak lapas yang telah mempersiapkan lahan sebelum proses administrasi selesai.
“Ini menunjukkan keseriusan untuk menjadikan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan yang memberi manfaat,” katanya.
Menurutnya, kawasan tersebut ke depan tidak hanya difungsikan untuk budidaya padi gogo, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kawasan hortikultura dengan berbagai komoditas pertanian yang menyesuaikan kondisi musim.
Pada musim kemarau, lahan dapat dimanfaatkan untuk padi gogo maupun tanaman hortikultura seperti semangka dan melon. Sedangkan saat musim hujan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan untuk budidaya padi sawah dengan dukungan sistem pengairan yang memadai.
Pemkot Pangkalpinang juga melihat potensi kawasan itu untuk berkembang menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis pertanian.
“Kalau kawasan ini berkembang dan produktif, ke depan bisa menjadi tujuan masyarakat untuk menikmati suasana pertanian sekaligus mendukung perekonomian warga,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah berencana mendorong penanaman pohon produktif di sepanjang pematang lahan, seperti mangga dan kelengkeng, sebagai bagian dari konsep ruang terbuka hijau yang memberi nilai ekonomi.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu model kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan dan masyarakat sekitar.







