PANGKALPINANG – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol. Viktor Theodorus Sihombing meminta jajaran Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Babel meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman yang berkembang di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Intelkam Polda Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran 2026 di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Rabu (22/7/2026).
Rakernis yang mengangkat tema “Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung, Mengamankan dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026” itu diikuti personel Intelkam dari tingkat Polda hingga Polsek.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan Rakernis menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Menurutnya, fungsi Intelkam harus mampu menjadi garda terdepan dalam membaca setiap potensi gangguan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
“Rakernis ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penyamaan persepsi agar fungsi Intelkam semakin responsif dalam menjaga stabilitas keamanan di Bangka Belitung,” ujarnya.
Kapolda berharap seluruh personel Intelkam mampu memperkuat kemampuan analisis, meningkatkan kualitas informasi intelijen, serta mempercepat penyampaian laporan sebagai bahan pengambilan kebijakan pimpinan.
Sementara itu, Wakil Direktur Intelkam Polda Babel AKBP Nursyamsi menjelaskan perubahan lingkungan strategis telah menggeser pola ancaman keamanan yang kini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga berkembang pesat melalui ruang digital.
Ia mengatakan penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, propaganda, penipuan siber hingga mobilisasi massa dapat bermula dari media digital sebelum berujung pada gangguan keamanan di dunia nyata.
Karena itu, lanjutnya, Intelkam dituntut semakin adaptif melalui penguatan fungsi deteksi dini, peringatan dini, cegah dini, hingga pelaksanaan kegiatan intelijen guna mencegah munculnya potensi konflik.
“Intelijen merupakan mata dan telinga pimpinan. Informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci dalam mendukung pengambilan keputusan,” katanya.
Dalam Rakernis tersebut juga dipaparkan sejumlah materi dari narasumber lintas instansi. Kepala BIN Daerah Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan perkembangan situasi intelijen daerah beserta antisipasi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).
Selanjutnya, Kasi Intel Korem 045/Garuda Jaya memaparkan analisis lingkungan strategis serta potensi kerawanan wilayah dari perspektif pertahanan negara. Sementara PT Pertamina Patra Niaga Area Bangka Belitung memberikan materi mengenai kondisi distribusi energi, potensi kerawanan penyaluran BBM, dan langkah mitigasi risiko di daerah.
Sebanyak 61 peserta mengikuti Rakernis ini yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme personel Intelkam, serta menyelaraskan pelaksanaan tugas mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.








