Dari Botol Bekas Menjadi Kebun Harapan, Urban Farming Tumbuh Subur di Jantung Kota Makassar

SuaraNusantara online // Makassar – Program Urban Farming yang menjadi salah satu bagian dari visi Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Appi–Aliyah dengan Akronim MULIA, mulai menunjukkan hasil nyata di tengah masyarakat.

Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, warga membuktikan bahwa semangat bercocok tanam mampu mengubah sudut-sudut permukiman menjadi kebun yang hijau dan produktif.
Salah satu contoh keberhasilan program tersebut terlihat di RT 02/RW 01, Kelurahan Maradekaya Utara, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Di lingkungan ini, berbagai tanaman pangan dan sayuran tumbuh subur meski memanfaatkan lahan yang sangat terbatas.
Botol plastik bekas, gelas plastik, Ember bekas cat hingga polybag disulap menjadi media pembibitan dan penanaman. Aneka tanaman seperti cabai, sawi pakcoy, selada, terong, dan kangkung tumbuh menghijau, menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menghasilkan pangan sehat bagi keluarga.

Ketua RT 02/RW 01, Syam, mengaku program Urban Farming telah menghadirkan hobi baru sekaligus pengalaman berharga bagi dirinya dan warga.
“Saya jadi punya hobi baru bercocok tanam. Belajar mulai dari menyemai benih, menyiapkan media tanam, pemupukan, sampai perawatan tanaman. Semua membutuhkan proses, kesabaran, dan ketelitian. Prinsip saya sederhana, nikmati saja prosesnya,” ungkap Syam.

Menurutnya, keberhasilan Urban Farming tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta meningkatnya kebersamaan antarwarga dalam merawat tanaman.

Meski demikian, pelaksanaan Urban Farming di kawasan perkotaan masih menghadapi tantangan. Kendala utama yang dirasakan adalah keterbatasan tanah subur sebagai media tanam. Sebagian besar tanah yang mudah diperoleh merupakan hasil sedimentasi dari pengerukan selokan yang telah bercampur pasir dan material lain sehingga kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Karena itu, Syam, berharap Pemerintah Kota Makassar dapat membantu menyediakan stok tanah subur atau media tanam bagi kelompok-kelompok Urban Farming di tingkat RT dan RW.
“Harapan kami, mudah-mudahan pemerintah dapat menyediakan stok tanah yang layak sebagai media tanam. Bantuan tersebut tentu akan sangat mendukung keberhasilan program Urban Farming sehingga visi MULIA Pemerintah Kota Makassar benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Program Urban Farming tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga menjadi langkah nyata membangun ketahanan pangan keluarga di tengah perkotaan. Dari botol bekas dan lahan sempit, tumbuh harapan bahwa setiap sudut Kota Makassar dapat menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.[**]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *