PANGKALPINANG, — Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi membuka Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang ke-2 Tahun 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka, Jumat (15/5/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Mei tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memperluas ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, komunitas kreatif, serta pelaku usaha.
Festival tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari bazar kuliner khas daerah, pameran produk UMKM, workshop kriya, coffee street market, pertukaran seni budaya, pertunjukan Teater Batin Tikal, lomba mewarnai, hingga kompetisi aerobik.
Kemeriahan pembukaan diawali penampilan drumband Gita Gemuruh SD Negeri 1 Pangkalpinang, lalu dilanjutkan Tari Sambut dari Sanggar Setampah SMA Negeri 4 Pangkalpinang yang menampilkan nuansa budaya Melayu lengkap dengan sajian dulang makanan tradisional.
Dalam sambutannya, Prof. Udin mengatakan Festival Semarak Ekraf bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas ekonomi kreatif Pangkalpinang.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong agar produk-produk UMKM lokal memiliki kesempatan tampil lebih luas dan mampu bersaing di pasar nasional.
“Kita ingin produk-produk lokal Pangkalpinang ini semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia mencontohkan kuliner khas seperti otak-otak Pangkalpinang yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di luar daerah karena memiliki cita rasa khas dan kualitas yang mampu bersaing.
Selain itu, pemerintah kota juga mulai membuka peluang keterlibatan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan promosi di luar daerah maupun tingkat nasional sebagai langkah memperluas pasar.
Menurut Prof. Udin, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi.
Karena itu, status Pangkalpinang sebagai bagian dari kota kreatif Indonesia harus mampu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Festival tersebut juga menjadi ruang bagi komunitas kreatif dan generasi muda untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat.
Berbagai produk kuliner, kriya, fesyen, hingga hasil karya seni lokal tampak memenuhi kawasan Alun-Alun Taman Merdeka dan menarik perhatian pengunjung yang hadir sejak sore hari.
Melalui Festival Semarak Ekraf 2026, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap sektor ekonomi kreatif dapat terus berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi baru yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.








