Pemkot Pangkalpinang Apresiasi KKL Pemuda Katolik Nasional, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda di Era Disrupsi

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi peran organisasi Pemuda Katolik dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui kolaborasi organisasi kepemudaan lintas agama.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, saat diwawancarai wartawan Suaranusantara.online usai menghadiri Pembukaan Pelatihan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Pemuda Katolik Tingkat Nasional Tahun 2026 di Hotel Grand Safran Pangkalpinang, Kamis (14/5/2026).

Kehadiran Agustu Efendi dalam kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Pangkalpinang sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap penguatan kapasitas dan kepemimpinan generasi muda, khususnya organisasi kepemudaan berbasis keagamaan.

Dalam kegiatan itu, Agustu turut didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Pangkalpinang, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya KKL Pemuda Katolik di Kota Pangkalpinang,” ujar Agustu kepada wartawan.

Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda di era disrupsi teknologi informasi yang berkembang sangat cepat membutuhkan talenta-talenta muda yang mampu bersinergi dan berkolaborasi di berbagai sektor pembangunan, khususnya untuk kemajuan Kota Pangkalpinang.

“Pembinaan kepada generasi muda di era disrupsi teknologi informasi yang begitu cepat membutuhkan talenta-talenta muda yang mampu bersinergi dan berkolaborasi di semua sektor untuk membangun, utamanya Kota Pangkalpinang,” katanya.

Ia menilai pelatihan maupun kursus kepemimpinan menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda sejak dini.

“Pelatihan atau kursus kepemimpinan merupakan langkah strategis untuk membentuk leadership sejak awal,” tambahnya.

Selain itu, Agustu juga menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada pimpinan pusat Pemuda Katolik Indonesia yang telah menetapkan Kota Pangkalpinang sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

“Pemerintah Kota Pangkalpinang berterima kasih kepada pimpinan pusat Pemuda Katolik Indonesia yang telah menetapkan Kota Pangkalpinang sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Agustu berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat kebangsaan, membangun jejaring kepemudaan nasional, serta melahirkan kader-kader muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Kursus Kepemimpinan Lanjut Pemuda Katolik Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun semangat dialog, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tema kegiatan yang mengangkat semangat “Dialogus Pro Ecclesia et Patria” menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap gereja, tetapi juga terhadap bangsa dan masyarakat.

Mgr. Adrianus Sunarko juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut, termasuk unsur pemerintah daerah, tokoh agama, panitia, serta peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia berharap pelatihan kepemimpinan tersebut mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki karakter kuat, terbuka terhadap dialog, serta mampu menjadi jembatan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan tantangan global yang terus berkembang.

“Generasi muda harus mampu membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Pelatihan Kursus Kepemimpinan Lanjut Pemuda Katolik Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu menjadi wadah pembinaan kader muda untuk memperkuat nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan pengabdian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan pembukaan berlangsung penuh semangat kebersamaan dan dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ruang pembinaan kepemimpinan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah mempererat persatuan serta memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa melalui diskusi, pertukaran gagasan, dan kolaborasi lintas daerah maupun lintas latar belakang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *