PDAM Sumenep Bergerak: Normalisasi Air Pinggir Papas Hampir Tuntas

Kantor PDAM Sumenep tanpak dari depan

Suaranusantara.online

Bacaan Lainnya

SUMENEP, JAWA TIMUR – Kabar yang ditunggu-tunggu ribuan warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, akhirnya datang.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep, Febmi Noerdiansyah, memastikan, bahwa proses normalisasi distribusi air yang sempat terganggu sejak akhir Januari 2026 kini hampir tuntas.

“Ya, alhamdulillah, permasalahan sudah nyaris tuntas,” ujar Febmi melalui pesan WhatsApp, Senin, 13 April 2026.

Pernyataan singkat itu membawa makna besar bagi warga yang selama berbulan-bulan harus bertahan dengan keterbatasan air bersih.

Direktur PDAM Sumenep Febmi Noerdiansyah mengungkap persoalan ini dengan jujur dan transparan.

Ketika laporan gangguan distribusi pertama kali masuk, pihaknya segera melakukan evaluasi menyeluruh di Telaga Kermata – sumber air utama PDAM.

Hasilnya melegakan: sumber air terbukti aman dan tidak bermasalah.

Penelusuran lebih dalam justru menemukan biang keroknya di tempat yang tak terduga. Serangkaian pemadaman listrik PLN akibat angin kencang memaksa PDAM beralih ke genset.

Namun genset memiliki keterbatasan teknis yang krusial: kapasitas pompanya hanya menghasilkan 18 liter per detik – jauh di bawah debit normal 30 liter per detik saat menggunakan daya PLN.

“Setelah dievaluasi lagi, dengan debit air yang semakin kecil menyebabkan aliran juga kecil, sehingga pipa berisi udara – dan itulah yang menyumbat distribusi ke warga,” jelas Febmi.

Begitu akar masalah ditemukan, tim teknis segera bergerak melakukan pembuangan udara dari jaringan pipa – langkah wajib sebelum aliran air dapat kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga.

PDAM menyadari, bahwa warga Pinggir Papas membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji.

“Saat ini untuk di Desa Pinggir Papas sudah dilakukan normalisasi. Memang tidak bisa langsung selesai dalam satu waktu karena masih membutuhkan proses,” imbuh Febmi.

Pernyataan ini penting dicatat: lambatnya proses bukan karena ketidakseriusan, melainkan karena ketelitian adalah kunci agar perbaikan benar-benar tuntas dan tidak sekadar tambal sulam.

Yang membuat langkah PDAM Sumenep kali ini lebih dari sekadar perbaikan sementara adalah kemitraan strategis yang dijalin bersama PDAM Surabaya.

Bersama, keduanya akan melakukan penelitian menyeluruh terhadap kondisi sumber air dan seluruh perangkat teknis, termasuk pemeriksaan pipa-pipa besar yang menjadi tulang punggung distribusi.

“Nanti kalau ada peralatan yang bermasalah, seperti bocor dan sebagainya, akan kami lakukan peremajaan. Kami ingin memastikan layanan air ini benar-benar andal untuk masyarakat,” tegasnya.

Komitmen peremajaan ini bukan hal kecil. Sebagian infrastruktur PDAM Sumenep tercatat berasal dari era 1900-an – usia yang jauh melampaui batas kelayakan teknis.

Keberanian untuk mengakui kondisi ini dan mengambil langkah nyata adalah sinyal positif bahwa PDAM Sumenep sedang membangun fondasi pelayanan yang lebih kokoh untuk generasi mendatang.

Suara Warga Didengar
Selama berbulan-bulan, warga Pinggir Papas merasakan langsung dampak gangguan ini.
Memasak, mencuci, mandi – semua terganggu. Dan mereka pun tidak tinggal diam.

“Kami harap pihak PDAM mengambil langkah cepat dan konkret untuk menormalisasi pendistribusian air ini. Kami percaya PDAM bisa menyelesaikannya,” kata salah seorang warga, mewakili suara banyak keluarga yang menantikan kepastian.

Harapan itu kini bertemu dengan respons yang nyata. Normalisasi sedang berjalan, penelitian mendalam tengah dilakukan, dan peremajaan infrastruktur telah masuk agenda. Ini adalah fondasi dari kepercayaan yang sedang dibangun kembali – satu langkah teknis demi satu langkah.

Warga Pinggir Papas menanti. Dan kali ini, ada alasan kuat untuk optimis.

(GUSNO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *