Suaranusantara.online
SUMENEP, JAWA TIMUR – Gelombang arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, terus mengalir deras. Pada Rabu, 25 Maret 2026 atau H+4 pascalebaran, dua kapal penumpang silih berganti merapat membawa ratusan warga kepulauan yang kembali ke daratan usai merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, mengonfirmasi bahwa arus kedatangan penumpang berlangsung dalam dua gelombang sepanjang sore hari.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas
Gelombang pertama terjadi pukul 16.50 WIB, ketika KMP Wicitra Dharma I yang melayani rute Jangkar – Sapudi merapat di dermaga Kalianget. Kapal tersebut mengangkut 330 penumpang, terdiri dari 19 orang asal Jangkar dan 311 orang dari Sapudi.
Berselang empat puluh menit kemudian, tepatnya pukul 17.30 WIB, KM Express Bahari 9C tiba dari Pelabuhan Kangean membawa 419 penumpang – menjadikannya kedatangan dengan volume terbesar pada hari itu.
Azwar Anas mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi pergerakan penumpang sejak H+3 hingga H+4 Lebaran, volume kedatangan dari berbagai wilayah kepulauan terbilang signifikan.
“Penumpang asal Kangean menjadi yang terbanyak dengan total 1.464 orang, disusul Sapudi sebanyak 596 orang,” ujar Azwar Anas, Kamis, 25 Maret 2026.
Adapun rincian lengkap penumpang berdasarkan asal wilayah kepulauan tercatat jumlah penumpang sebagai berikut:
- Kangean 1.464 orang
- Sapudi 596 orang
- Jangkar 232 orang
- Sapeken 248 orang
- Raas 181 orang
- Masalembu 132 orang
Data tersebut mencerminkan tingginya mobilitas warga kepulauan yang memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang kampung, sekaligus menggambarkan peran vital Pelabuhan Kalianget sebagai pintu gerbang utama konektivitas kepulauan di wilayah Sumenep.
Di tengah meningkatnya volume penumpang, Azwar Anas menegaskan bahwa pihaknya tidak mengendurkan pengawasan.
Pemantauan arus balik dilakukan secara intensif guna memastikan proses kedatangan penumpang berjalan lancar, aman, dan tertib.
Koordinasi lintas instansi pun terus dijalin, melibatkan operator kapal dan berbagai pihak terkait demi menjaga standar keselamatan serta kenyamanan selama proses pelayaran maupun di area pelabuhan.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kepulauan yang masih dalam perjalanan untuk mematuhi jadwal yang telah ditetapkan dan mengikuti aturan keselamatan pelayaran, guna menghindari penumpukan penumpang yang berpotensi mengganggu kelancaran arus balik secara keseluruhan.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama arus balik berlangsung,” tegasnya.
Dengan tren peningkatan yang konsisten sejak H+3, Pelabuhan Kalianget diperkirakan masih akan menghadapi kepadatan dalam beberapa hari ke depan hingga arus balik Lebaran 2026 benar-benar mereda.
(GUSNO)








