Serah terima Jabatan, Babak Baru Kepemimpinan Pangkalpinang Dimulai

PANGKALPINANG
Malam itu, Rabu (15/10/2025), halaman Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga berbondong datang, sebagian mengenakan pakaian batik, sebagian lagi hanya bersandal jepit—namun semuanya membawa semangat yang sama: menyambut pemimpin baru mereka, Prof. Saparudin dan Dessy Ayutrisna.

Lampu-lampu taman berpendar lembut, menerangi wajah-wajah penuh harapan. Musik tradisional mengalun pelan dari panggung kecil di sisi barat halaman. Dari kejauhan terdengar pekik anak-anak yang ikut larut dalam suasana pesta rakyat.

Bukan sekadar acara serah terima jabatan, malam itu terasa seperti malam syukuran besar keluarga Pangkalpinang. Warga, pejabat, dan tamu undangan bercampur dalam kehangatan yang jarang terjadi di acara pemerintahan.

Tepat pukul 20.00 WIB, Prof. Saparudin—yang akrab disapa Prof. Udin—naik ke panggung bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna. Dengan gaya khasnya yang santai tapi tegas, Prof. Udin membuka pidatonya di depan ribuan warga.

“Saya dan Ibu Dessy akan bekerja sebaik-baiknya, dan sekeras-kerasnya untuk memenuhi amanah ini. Kami mohon doa agar perjalanan kami diberkahi Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.

Tak lama, giliran Cece Dessy berbicara. Dengan senyum ramahnya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan mereka bukan hanya simbol politik, tetapi panggilan hati.

“Kami akan mendengarkan aspirasi seluruh masyarakat, dari Sabang sampai Merauke-nya Pangkalpinang,” katanya, disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari warga yang memadati halaman rumah dinas.

Acara malam itu tak hanya dihadiri oleh pejabat. Hadir pula para tokoh masyarakat, pemuka agama, serta ibu-ibu PKK yang membawa bunga ucapan selamat. Meja hidangan berisi lempah kuning, kue jongkong, dan minuman khas Bangka menambah hangat suasana.

Beberapa pejabat terlihat larut dalam suasana akrab. “Rasanya seperti pesta rakyat, bukan acara resmi,” celetuk seorang pegawai sekretariat, tersenyum lepas.

Menjelang akhir acara, Prof. Udin menyampaikan pesan yang menjadi penutup sekaligus pembuka babak baru kepemimpinan Pangkalpinang.

“Mulai besok pagi, kami langsung bekerja. Kami bukan hanya milik partai pengusung, tapi milik seluruh masyarakat Pangkalpinang. Kami mewakafkan diri kami untuk rakyat,” ujarnya mantap.

Kata-kata itu langsung disambut standing ovation. Di langit Pangkalpinang, kembang api kecil mekar di udara, seolah mengiringi doa dan harapan warga bagi masa depan kotanya.

Malam serah terima jabatan itu akhirnya ditutup dengan pelukan, tawa, dan doa. Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya—yang tersisa hanya semangat bersama untuk memulai perjalanan baru menuju Pangkalpinang yang lebih gemilang, adil, dan membahagiakan.

Pos terkait