Lampung tengah,Suaranusantara.Online-
sejumlah anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curup Lestari, dan warga Masyarakat,Kampung Kota Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.
Mendesak Dinas terkait dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Lampung-Tengah Turun ke lapangan dan Audit Rencana Anggaran Biaya (RAB), pada pekerjaan tersebut.
Pasalnya patut di duga pekerjaan tersebut menyimpang dari Bastek dan Kontruksi serta Mark Up belanja barang dan jasa.
untuk di ketahui kembali pembagunan Infrastruktur Rabat Beton tersebut, berasal dari
Dana hibah,dari Dinas Parawisata Kab.Lam-Teng yang di kucurkan pada Desember 2025 untuk pembangunan akses jalan wisata di Curup Lestari.
Namun, para anggota Pokdarwis tidak dilibatkan hanya di kelola olek , Ketua, sekretaris dan bendahara saja oleh sebab itu Para anggota menilai kondisi fisik jalan rabat beton yang saat ini telah mengalami kerusakan tidak sebanding dengan besaran anggaran yang digunakan.
Sejumlah anggota Pokdarwis menyampaikan bahwa laporan pengeluaran yang dibuat oleh Ketua Pokdarwis, Parno, hanya dicatat dalam buku tulis.
Hal ini memunculkan keraguan di kalangan anggota terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Karena kami merasa kurang yakin dengan laporan tersebut, kami sepakat untuk tidak menerima hasil pekerjaan sebelum ada penjelasan yang lebih rinci,” ujar Hada Hutman selaku, ketua Gapoktan di register 22 Curup lestari pada Jum’at,at ( 17/4/2026 )
Kepada media ini anggota Pokdarwis di hadiri oleh Ketua RT, setempat juga menduga bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang tersedia,patut di duga telah terjadi Mark.Up belanja barang dan jasa.
Dalam catatan laporan yang ditunjukkan kepada anggota, disebutkan adanya beberapa pos pengeluaran, di antaranya tertulis biaya untuk wartawan sebesar Rp1.300.000 dan Rp1.500.000.
Untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut, awak media telah berupaya menemui Ketua Pokdarwis Parno, Sekretaris Suratmin, Bendahara Soleh, serta tidak berhasil ditemui dan di duga menghindar dari wartawan
Ditempat terpisah Kepala Kampung Kota Batu Sakino, saat dihubungi media ini melalui Via WhatsAppnya, ia mengatakan maaf, yai saya tidak bisa komen karna itu sudah ada ketunya yang mempertanggung jawabkan , tulis Sakino di pesan whatsAppnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak tersebut belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan.
Anggota Pokdarwis berharap adanya klarifikasi resmi dari pengurus terkait rincian penggunaan dana hibah tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Warga juga berharap pihak terkait dapat melakukan peninjauan terhadap kondisi fisik pembangunan jalan rabat beton di Curup Lestari untuk memastikan kesesuaian antara anggaran dan hasil pekerjaan di lapangan.
( M A N S U R )







