Syarli Kenang Jadi Peserta Pertukaran Pemuda Angkatan Pertama Babel, Kini Dorong Generasi Muda Berprestasi

Caption foto : Plh Sekda Syarli Nopriansyah, S.STP., M.P.

PANGKALPINANG – Sebelum mengemban amanah sebagai Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Syarli pernah menjadi bagian dari perjalanan program pertukaran pemuda. Pada 2002, ia tercatat sebagai peserta angkatan pertama Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) yang mewakili Kepulauan Bangka Belitung dan mendapat penugasan di Manado, Sulawesi Utara.

Pengalaman tersebut kembali dikenangnya saat memberikan sambutan pada penutupan Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang 2026, Minggu (1/11/2026), di Taman Wilhelmina, Pangkalpinang.

Bagi Syarli, program pertukaran pemuda bukan sekadar kegiatan perjalanan antardaerah, melainkan kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, serta mengenal keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat di daerah lain.

Dalam sambutannya, ia juga mengenang masa ketika aktif menyuarakan aspirasi atas nama pemuda dan terlibat dalam organisasi kepemudaan. Salah satu wadah yang disorotnya adalah Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), yang memiliki peran dalam proses pembinaan dan seleksi peserta program pertukaran pemuda.

Pengalaman menjadi peserta PPAP pada 2002 menjadi salah satu bagian perjalanan kepemudaan yang masih diingatnya hingga kini.

Karena itu, Syarli mengapresiasi keberlanjutan program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) maupun PPAP. Ia berharap kesempatan serupa tetap terbuka bagi generasi muda Pangkalpinang.

Menurutnya, sosialisasi menjadi hal penting agar pemuda tidak kehilangan kesempatan hanya karena terlambat mengetahui informasi pendaftaran dan seleksi.

“Sering kali karena ketidaktahuan informasi, waktu pendaftaran dan seleksi lewat begitu saja, tahu-tahu sudah pengumuman dan kita tidak dapat kuota. Kita berharap sosialisasi dari Dispora terus digalakkan dan disemarakkan agar pemuda bisa mempersiapkan diri lebih awal, karena syarat untuk mengikuti program ini cukup berat,” ujarnya.

Syarli juga mengaku bangga melihat kiprah alumni PCMI yang mampu berkontribusi dan diperhitungkan hingga tingkat nasional.

“Hadirnya alumni PCMI membuat saya merasa haru dan bangga bahwa program ini terus berjalan. Biasanya alumni PCMI ini mendapatkan tempat yang cukup baik di republik ini, bahkan di tingkat nasional anggota PCMI cukup diperhitungkan,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kepemudaan yang untuk pertama kalinya digelar Dispora Kota Pangkalpinang. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai ruang kreativitas, inovasi, sekaligus tempat berkumpulnya berbagai komunitas untuk menunjukkan potensi masing-masing.

Syarli juga mengenang pengalamannya ketika menjadi pengurus DPD KNPI Kabupaten Bangka. Saat itu, gerakan kepemudaan kerap dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh memadamkan semangat generasi muda untuk terus berorganisasi dan mengambil peran dalam pembangunan.

“Dahulu di era kami menjadi pengurus DPD KNPI Kabupaten Bangka, pemuda biasa dihadapkan dengan situasi penuh keterbatasan. Namun semangat kepemudaan itu tidak boleh luntur. Ini menjadi PR kita bersama untuk terus memberikan perhatian nyata dan ruang tumbuh bagi pemuda di Kota Pangkalpinang,” tuturnya.

Ia berharap Festival Kepemudaan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan atau seremoni semata, tetapi menjadi awal penguatan ekosistem kepemudaan di Pangkalpinang melalui pembinaan, dukungan pemerintah, dan kolaborasi berbagai komunitas.

Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang 2026 diselenggarakan pada 31 Oktober dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pangkalpinang sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini dihadiri Plh. Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Pangkalpinang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *