Skandal Tangkis Laut Sapangkur Hancur Hitungan Bulan, Pemerintah Desa Sabuntan Malah Salahkan Ombak!

Fakta di lapangan bobroknya Pemerintah Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Suaranusantara.online

SUMENEP –  Dalam drama yang memilukan sekaligus menggelikan, tangkis laut senilai ratusan juta rupiah di Dusun Sabuntan II, Pulau Sapangkur Kecil, kini tinggal reruntuhan batu.

Pembangunan tangkis laut tersebut hanya bertahan hitungan bulan. Yang lebih mencengangkan Pemerintah Desa Sabuntan dengan tanpa malu menyalahkan ombak laut padahal itulah fungsi tangkis laut!

Menurut masyarakat ketika dikonfirmasi soal kehancuran tangkis laut, sikap Pemerintah Desa Sabuntan sungguh absurd.

Mereka dengan enteng menyalahkan “kekuatan alam” dan “ombak besar” seolah lupa, bahwa tangkis laut dirancang khusus untuk melawan ombak selama puluhan tahun, bukan roboh dalam hitungan bulan!

“Jika ombak bisa menghancurkan tangkis laut dalam setahun, lalu untuk apa dibangun? Ini bukan lagi soal alam, tapi PENIPUAN PUBLIK!”

Masyarakat yang menyaksikan langsung pembangunan yang asal jadi ini mencurigai material batu karang yang digunakan tidak layak.

Kondisi basah membuat batu tidak bisa menyerap mortar dengan baik sebuah kesalahan fatal pastibya diketahui.

Yang lebih mencurigakan, proyek 2024 walaupun ada prasast namun tidak ada kejelasan nominal dan kondisinya sangat memprihatinkan. Berapa anggaran yang dihabiskan? RAHASIA!Transparansi? NIHIL!

Pemerintah desa seakan tidak ada selama proses pembangunan. Bagaimana mungkin material berkualitas rendah lolos kontrol jika pengawasan benar-benar dilakukan?

“Tangkis laut 2024 memang masih ada prasasti, tapi hanya tertulis “Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Kota” tanpa nominal anggaran itu fakta, transparansi masih gelap gulita!

Pertanyaan masyarakat, mengapa anggaran selalu sengaja disembunyikan dari publik?, ada apa semua ini, lantas siapa yang meraup keuntungan dari proyek asal-asalan ini?, berapa kerugian negara yang sesungguhnya?

Alih-alih introspeksi dan meminta maaf, Pemerintah Desa Sabuntan justru mengelak dengan dalih,

“Itu semua karena faktor alam, siapa yang mau menandingi kekuatan alam?”

Sungguh menggelikan! Seolah mereka tidak tahu, bahwa tangkis laut memang dibuat untuk menandingi kekuatan alam!

Kehancuran tangkis laut bukan sekadar kerusakan infrastruktur, ini ancaman eksistensial bagi masyarakat pesisir, bibir pantai dan permukiman warga terancam gelombang pasang, pembangunan lain terancam sia-sia dan abrasi pantai semakin mengancam.

Cukup sudah dengan dalih “ombak yang salah”! Masyarakat tidak akan terima alasan yang menghinakan akal sehat.

Keselamatan masyarakat pesisir bukan mainan politik, transparansi, kualitas, dan akuntabilitas adalah keharusan mutlak, bukan pilihan!

Jika pemerintah desa masih tutup mata dan cuci tangan, masyarakat siap membongkar semua kecurangan pemerintah desa kalau itu memang unsur kesengajaan.

Kasus ini menunjukkan betapa sistemnya praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran di tingkat desa.

Masyarakat Sapangkur Kecil berhak mendapat perlindungan yang layak, bukan sekadar reruntuhan batu saksi kebohongan pemerintah desa!

(GUSNO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *