TANGERANG,Suaranusantara.Online —
Pelaksanaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Tangerang diwarnai kericuhan dan perdebatan panjang terkait belum ditetapkannya tuan rumah serta waktu pelaksanaan Muktamar IMM ke-XXII. TANWIR tersebut dilaksanakan pada Rabu 2 sd 5/09/2026 yang dihadiri oleh seluruh kader IMM se-Indonesia melalui Dewan Pimpinan Daerah (Provinsi).
Sejumlah musyawirin mempertanyakan sikap DPP IMM yang hingga pelaksanaan Tanwir belum menetapkan secara resmi tuan rumah Muktamar. Padahal, sejumlah pihak telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah agenda permusyawaratan tertinggi IMM tersebut.
Perdebatan berlangsung cukup alot sebelum akhirnya Sekretaris Jenderal DPP IMM, Dzaki, menyampaikan sejumlah poin penting terkait kepastian pelaksanaan Muktamar IMM ke-XXII.
Dalam forum Tanwir tersebut, Dzaki menegaskan bahwa DPP IMM akan segera melakukan pleno untuk membahas dan menetapkan agenda Muktamar.
Pertama, pleno DPP IMM terkait penetapan Muktamar akan dilaksanakan pada September 2026.
Kedua, kesiapan pelaksanaan Muktamar akan dikembalikan kepada pihak-pihak yang sebelumnya telah mengajukan diri sebagai tuan rumah. Salah satu calon tuan rumah bahkan yaitu Kalimantan Selatan telah mengonfirmasi kesiapannya untuk menyelenggarakan Muktamar kapan pun ditetapkan.
Ketiga, DPP IMM menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan Muktamar IMM ke-XXII paling lambat Desember 2026, sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.
Dzaki juga menegaskan bahwa apabila hingga batas waktu tersebut Muktamar tidak terlaksana, maka mereka siap dengan mekanisme Muktamar Luar Biasa (Muktamarlub) sesuai ketentuan organisasi.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari perdebatan panjang dalam Tanwir IMM di Kota Tangerang. Kepastian mengenai waktu dan tuan rumah Muktamar kini dinantikan oleh kader IMM di seluruh Indonesia.
Dengan adanya komitmen tersebut, DPP IMM memiliki waktu hingga Desember 2026 untuk merealisasikan Muktamar IMM ke-XXII. Sementara itu, dinamika di internal organisasi diperkirakan masih akan berlanjut, terutama menjelang pleno DPP IMM pada September mendatang yang akan menjadi momentum penting dalam menentukan tuan rumah dan tahapan pelaksanaan Muktamar.(Red)







