Caption foto: Anggota DPR RI Rudianto Tjen bersama pengurus dan kader sayap serta badan PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung usai pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031 di Kantor DPD PDI Perjuangan Babel, Pangkalpinang, dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026
.PANGKALPINANG – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, mengajak kader partai, mahasiswa, dan masyarakat menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum untuk mengenang sekaligus meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berpihak kepada rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Rudianto usai menghadiri rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kantor DPD PDI Perjuangan Babel, Jalan Lontong Pancur, Pangkalpinang.
Kegiatan ini dihadiri Bendahara Umum DPP PDIP Rudianto Tjen, Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, sejumlah kepala daerah, mahasiswa, serta ratusan kader PDIP se-Bangka Belitung.
Menurut Rudianto, peringatan Bulan Bung Karno merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan sepanjang Juni sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
“Selama bulan Juni, setiap tahun kita mengadakan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Jadi bukan hanya tahun ini saja. Kita mengingat kembali perjuangan dan jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan kita,” kata Rudianto.
Ia menegaskan bahwa peringatan tersebut tidak hanya sebatas mengenang sejarah, melainkan menjadi sarana menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda dan seluruh kader partai.
Menurutnya, semangat yang diwariskan Bung Karno tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, memberantas kebodohan, dan memperkuat semangat gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.
“Supaya seluruh masyarakat, seluruh mahasiswa, dan seluruh kader partai betul-betul memahami semangat perjuangan memerdekakan Republik Indonesia, berjuang untuk kesejahteraan rakyat, menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kebodohan, serta membangun semangat gotong royong,” ujarnya.
Rudianto mengatakan tantangan bangsa saat ini masih berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus terus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Ia menilai kader-kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi rakyat, dan berupaya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita mendidik kader-kader kita untuk selalu peduli kepada rakyat. Semangat perjuangan Bung Karno harus tetap hidup dan diwujudkan melalui kerja nyata untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudianto juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjaga idealisme, mengawal pembangunan, serta memberikan kritik dan masukan yang konstruktif demi kemajuan bangsa.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.
Rudianto menambahkan, Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi momentum memperkuat komitmen kebangsaan serta meneguhkan keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Semangat itu harus terus kita jaga agar pembangunan bangsa tetap berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya mengatakan partainya akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa guna menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung pandangan dan masukan mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan kami untuk kepentingan rakyat,” kata Didit.








