Rudianto Tjen Dorong Prof. Udin dan Dessy Wujudkan Kota yang Sehat, Beretika, dan Inklusif

PANGKALPINANG — Di tengah suasana penuh haru dan harapan di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (15/10/2025), tampak sosok yang turut memberi warna dalam momen bersejarah pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin dan Dessy Ayutrisna.

Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, hadir langsung menyaksikan pengucapan sumpah jabatan keduanya — sebuah prosesi yang menandai awal babak baru bagi kota berpenduduk lebih dari 200 ribu jiwa itu.

“Sekarang saatnya bekerja semaksimal mungkin untuk membangun Pangkalpinang dan Bangka Belitung secara keseluruhan,” ujar Rudianto usai pelantikan, menegaskan pesan singkat yang penuh makna. “Semoga Prof. Udin dan Ibu Dessy dapat membawa masyarakat menjadi lebih makmur dan sejahtera.”

Bagi Rudianto, perjalanan kepemimpinan Prof. Udin dan Dessy bukan tanpa tantangan. Ia menyadari kondisi fiskal daerah yang masih terbatas, namun percaya kreativitas dan semangat gotong royong dapat menjadi kunci untuk menggerakkan pembangunan.

“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti bekerja,” katanya. “Justru di situlah dibutuhkan inovasi dan kerja sama. Pemerintah harus berani mencari cara baru agar program tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan rakyat.”

Pandangan itu sejalan dengan pesan yang kerap ia sampaikan kepada kepala daerah lain di Bangka Belitung: pembangunan tak selalu dimulai dari anggaran besar, tapi dari gagasan dan kemauan kuat untuk berubah.

Sebagai politisi senior yang lama mengabdi untuk Babel, Rudianto berharap Pangkalpinang di bawah kepemimpinan baru tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial, moral, dan budaya masyarakat.

“Pembangunan jangan hanya diukur dari gedung tinggi atau jalan mulus,” ucapnya. “Tapi juga dari karakter masyarakat yang beretika, saling menghormati, dan punya rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya.”

Ia menyebut bahwa visi menjadikan Pangkalpinang sebagai kota sehat, beretika, dan berbasis lingkungan merupakan arah yang tepat di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan sosial.

“Kita ingin kota ini tumbuh tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara mental dan spiritual,” tambahnya.

Rudianto juga menilai pentingnya langkah awal pemerintahan baru untuk meninjau kembali berbagai program prioritas agar selaras dengan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong agar pembangunan di Pangkalpinang berjalan secara berkelanjutan dan inklusif.

“Pemerintah harus hadir untuk semua. Inklusif artinya tidak ada warga yang tertinggal, baik di pusat kota maupun di pinggiran,” tegasnya.

Bagi Rudianto, kolaborasi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi hal penting agar visi besar tersebut bisa diwujudkan. “Saya siap mendukung langkah-langkah strategis pemerintah kota selama tujuannya untuk kemajuan masyarakat Pangkalpinang,” ujarnya.

Pelantikan Prof. Udin dan Dessy bukan hanya momen politik, tapi juga simbol perubahan. Di antara tepuk tangan dan doa yang mengiringi, terselip harapan besar: agar kota ini bisa menjadi ruang hidup yang lebih baik, tempat masyarakatnya tumbuh cerdas, berdaya, dan berbahagia.

Sebagaimana pesan Rudianto Tjen di akhir wawancara, “Pangkalpinang harus menjadi kota yang berkelanjutan dan inklusif, tempat masyarakatnya tumbuh cerdas dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat. Itulah makna sejati dari pembangunan.”

Pos terkait