Pangkalpinang — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang kembali menorehkan capaian positif di bidang pelayanan kesehatan. Sepanjang tahun 2025, rumah sakit milik pemerintah daerah ini berhasil meraih dua penghargaan dari BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pangkalpinang atas kinerja dan komitmen peningkatan mutu layanan.
Dua penghargaan tersebut diberikan untuk kategori nilai rekredensialing rumah sakit terbaik kedua se-Kantor Cabang Pangkalpinang Tahun 2025 dengan skor 91,87 dan predikat sangat direkomendasikan. Selain itu, RSUD Depati Hamzah juga mendapatkan apresiasi khusus atas keseriusannya dalam menerapkan digitalisasi layanan rumah sakit.
Dalam mendukung transformasi layanan kesehatan, RSUD Depati Hamzah telah mengimplementasikan sejumlah sistem digital, di antaranya integrasi antrean online, sistem klaim BPJS Kesehatan, penggunaan Elektronik Surat Eligibilitas Peserta (E-SEP), serta penerapan sistem finger print atau frista. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses rekredensialing yang dilakukan secara berkala terhadap seluruh fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan setiap akhir tahun.
“Penilaian rekredensialing mencakup berbagai aspek, mulai dari pemenuhan persyaratan utama, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga komitmen kerja sama. RSUD Depati Hamzah berhasil meraih nilai tinggi dan menempati peringkat kedua terbaik,” kata Aswalmi.
Menurutnya, apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun rujukan, yang secara konsisten menjaga mutu pelayanan, menjamin keselamatan pasien, serta patuh terhadap ketentuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Pada aspek digitalisasi, Aswalmi menyebutkan bahwa RSUD Depati Hamzah saat ini berada pada peringkat bintang tiga dari total lima bintang. Penilaian tersebut didasarkan pada tingkat penerapan sistem digital, termasuk integrasi antrean online dengan aplikasi Mobile JKN serta pemenuhan indikator digital lainnya.
“Digitalisasi layanan merupakan bagian penting dalam memperluas kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Jika dioptimalkan, sistem ini akan memberikan manfaat nyata bagi peserta JKN,” ujarnya.
BPJS Kesehatan berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi RSUD Depati Hamzah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.








