LAMPUNG TENGAH , Suara Nusantara.Online
— Puluhan siswa di SDN Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).
Informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial dan salah satunya menjadi viral melalui akun FB Andrias Ramadhan.
Dalam informasi yang beredar, sejumlah siswa disebut mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Gedung Harta, Kecamatan Selagai Lingga.
Sebagai siswa di rujuk ke Puskesmas Karang Anyar menggunakan Mobil pelayanan kampung taman sari guna mendapatkan pertolongan, kepala kampung taman sari , Arpani Arifin.S.Ap. saat dihubungi media ini melalui via WhatsAppnya membenarkan bahwa dirinya telah di telpon camat selagai lingga, Bahkan salah satu di antaranya adalah anak kepala kampung taman sari siswa Kelas III namun Arpani masih di Natar , pak carik saya yang ada di lokasi namun tidak membawa Hp , ujar Arpani Arifin.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang memastikan jumlah siswa yang mengalami keluhan, jenis gejala yang dialami maupun penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Media juga telah beberapa kali berupaya menghubungi Kepala SDN Taman Sari untuk meminta konfirmasi mengenai kejadian tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan jawaban.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program MBG.
Dalam penanganan dugaan keracunan pangan, pihak SPPG perlu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk dilakukan penanganan serta penyelidikan epidemiologis.
BGN juga menyebutkan bahwa sekolah memiliki peran dalam pengawasan makanan sebelum dikonsumsi oleh peserta didik.
Karena itu, informasi mengenai dugaan keracunan siswa SDN Taman Sari masih perlu diklarifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak sekolah, pengelola SPPG, tenaga kesehatan serta instansi terkait guna memastikan kondisi para siswa dan mengetahui penyebab sebenarnya.
Penulis : Mansur Pubian







