PANGKALPINANG – Presiden Generasi Pengusaha Profesional (Genpro) Indonesia, Nuri Ardiansyah, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bangka Belitung untuk tetap optimistis dan fokus mengembangkan usaha di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan materi dalam Workshop UMKM dan Pelantikan Pengurus Area Genpro Kepulauan Bangka Belitung periode 2026–2028 yang berlangsung di Cordela Hotel Pangkalpinang, Kamis (30/7/2026).
Dalam pemaparannya, Nuri menilai pelaku usaha tidak perlu terlalu larut memikirkan persoalan ekonomi makro yang berada di luar kendali mereka. Menurutnya, perhatian utama pengusaha seharusnya tertuju pada peningkatan penjualan, penguatan produk, dan pengembangan pasar.
“Kalau yang makro biarlah diurus oleh para pengambil kebijakan. Kita yang mikro ini fokus jualan saja. Kalau kemarin jualan 10, besok harus bisa jadi 20. Yang penting usaha terus bergerak dan berkembang,” ujarnya.
Nuri yang terpilih sebagai Presiden Genpro Indonesia pada 2025 mengisahkan perjalanan organisasinya yang dimulai dari tingkat daerah hingga akhirnya memimpin organisasi secara nasional. Ia menyebut pengalaman tersebut membentuk pemahamannya terhadap kebutuhan pelaku UMKM di berbagai daerah.
Selain berbagi pengalaman organisasi, Nuri juga memaparkan filosofi bisnis yang selama ini diterapkannya. Ia membagi usaha ke dalam dua konsep, yakni “kapal dagang” dan “kapal perang”.
Menurutnya, kapal dagang merupakan bisnis yang berorientasi pada keuntungan dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan kapal perang diwujudkan dalam bentuk yayasan atau kegiatan sosial yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bisnis harus menghasilkan keuntungan, tetapi juga perlu memiliki dampak sosial. Ketika usaha berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang, maka keberadaannya akan lebih bermakna,” katanya.
Nuri mencontohkan sejumlah program sosial yang dijalankan melalui yayasan yang didirikannya, mulai dari pengelolaan rumah Al-Qur’an, program kebersihan masjid, hingga kegiatan berbagi makanan gratis setiap pekan.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan beberapa unit usaha yang dikelolanya, di antaranya Al-Addin Carpet yang bergerak di bidang penyediaan karpet masjid serta Elephant Star Seafood yang berfokus pada ekspor hasil perikanan ke pasar internasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang sangat besar dan harus dimanfaatkan oleh pengusaha lokal untuk menjadi pemain utama di negeri sendiri.
“Peluang usaha di Indonesia masih sangat luas. Kita harus berani mengambil kesempatan dan menjadi pelaku utama, bukan hanya menjadi penonton di pasar sendiri,” ujarnya.
Nuri turut membagikan pengalaman saat bisnis yang dirintisnya mengalami keterpurukan pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, sebagian besar cabang usahanya harus tutup dan jumlah karyawan menyusut drastis. Namun, kondisi tersebut justru menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan dan bangkit kembali.
Ia mengatakan, kegagalan dan penolakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang pengusaha. Karena itu, generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha harus memiliki keberanian menghadapi risiko dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
“Kalau jatuh, bangun lagi. Kalau ditolak, coba lagi. Pengusaha harus punya mental kuat dan berani mengambil langkah. Kesuksesan tidak datang tanpa proses dan perjuangan,” tegasnya.
Menutup materinya, Nuri mengajak seluruh anggota Genpro dan pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk terus belajar, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi agar mampu meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.








