Suaranusantara.online
LANGKAT – M Kembaren, selaku rekanan dan aktivis merasa hebat karena dilindungi orang hebat di Langkat.
M Kembaren yang selalu mendapatkan proyek atau paket dari pemerintah Kabupaten Langkat diduga sudah merugikan pemerintah Kabupaten Langkat dengan cara mengerjakan proyek yang didapatnya melalui orang hebat Kabupaten Langkat dengan asal jadi dan penuh tipu demi meraih keuntungan.
M Kembaren penduduk Stabat juga memerintahkan J Ginting mengangkat kayu (limbah) hasil Pruning untuk meraih keuntungan.
Kamis 22/1/1026 , salah seorang warga Kec. Hinai inisial E melewati jalan lintas Sumatera tepatnya di perbatasan Kec. Hinai Kabupaten Langkat merasa heran dengan adanya mobil angkut yang bermuatan kayu (limbah) dari pohon yang di Pruning sepanjang jalan lintas tersebut,
Merasa agak aneh E menegur salah satu buruh angkat pemuat kayu yang sedang istirahat di areal kayu (limbah) di sepanjang jalan lintas tersebut.
E menanyakan siapa yang suruh angkat kayu (limbah) pohon tersebut.
Salah seorang mandor diduga pembeli kayu (limbah) menjawab M, Kembaren,, E merasa ada yang salah lantas menyuruh mandor tersebut menghubungi M Kembaren.
Ternyata yang ditelp bukannya M Kembaren tetapi Bpk hebat, maneger hotel yang ada di Stabat. J Ginting, juga diduga salah satu anggota M Kembaren, berkata kepada mandor untuk menyuruh E datang saja ke GS buk! , ujar mandor tanpa rasa bersalah, langsung menyuruh anggotanya berangkat dengan membawa muatan yang berisi limbah (kayu) dengan cueknya, .
E menduga antara M Kembaren dan J Ginting punya kesempatan untuk menghancurkan Langkat dengan menjual nama orang hebat di Langkat.
Erwandi Ketua Investigasi Lira Sumatera Utara, Kamis (22/1/2026) dimintai tanggapan dalam perlakuan M Kembaran, yang diduga menjual nama orang-orang hebat di Langkat miminta Bupati Langkat memeriksa M Kembaren, pekerjaan yang bermasalah dan diduga selalu mengatasnamakan orang hebat di Kabupaten Langkat.
(Eea)
.








