Suaranusantara.online
LAMONGAN – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk bullying serta menumbuhkan sikap keberanian siswa menolak dan mencegahnya, mahasiswa KKN Berdampak 194 Universitas Muhammadiyah Malang menggelar sosialisasi materi bullying di MI Islamiyah Ngujungjobo, Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan (6/8/2026).
Menurut Dimas Putra (mahasiswa KKN Berdampak 194 Universitas Muhammadiyah Malang) mengatakan, program sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying.
“Program sosialisasi ini dibentuk bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk bullying serta dampaknya bagi korban maupun pelaku”,
“Selain hal tersebut, program sosialisasi yang di ikuti mulai dari kelas 1 sampai 6 madrasah Islamiyah Ngujung juga memiliki tujuan menumbuhkan sikap keberanian siswa untuk menolak, mencegah, dan melaporkan tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, sebab fenomena bullying di lingkungan sekolah masih kerap terjadi dan berdampak serius pada kondisi psikologis dan prestasi belajar siswa” tuturnya,
Sementara itu, Abi Satya (siswa Mi Islamiyah Ngujungjobo) mengungkapkan rasa senangnya akan materi yang disampaikan oleh kakak-kakak KKN Berdampak 194 Universitas Muhammadiyah Malang berkenaan dengan bullying.
“Kita senang sekali lantaran kakak-kakak KKN dalam penyampaiannya terkesan humoris, pokok e seneng pool,” celotehnya dalam logat Jawa yang berarti senang sekali,
Di sisi lain menurut Muhammad Sueb, S. E (Kepala Sekolah MI Islamiyyah Ngujungjobo) mengungkapkan, terkait pihaknya beserta jajaran dewan guru MI Islamiyyah merasa terbantu terkait adanya sosialisasi bullying tersebut.
“Kesannya kami lebih terbantu dalam penyampaian anti bullying di sekolah, serta siswa siswi sangat senang ada kakak kkn di sekolah kami jadi mereka sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan peserta KKN”,
“Kami berharap dengan adanya materi bulliying oleh peserta KKN semoga semakin memperkuat pemahaman siswa siswi tentang bulliying dan tidak ada satupun kejadian bullying di sekolah kami,” pungkasnya,
(Ainur Rofiq)








