PANGKALPINAG — Dua musisi asal Pangkalpinang, Yossi dan Akbar, mempersembahkan karya terbaru berjudul “Lempah Kuning”, sebuah lagu yang terinspirasi dari kuliner khas masyarakat Bangka. Karya ini diproduksi di Sungailiat dan resmi diperkenalkan kepada publik pada 18 Oktober 2025.
Melalui lagu ini, Yossi dan Akbar berharap Lempah Kuning tak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi ikon kebanggaan daerah Bangka Belitung. Yossi, yang menjadi penyanyi dalam lagu ini, menyampaikan bahwa ide menciptakan lagu tersebut berawal dari keinginannya untuk melestarikan budaya lokal dengan cara yang ringan dan mudah diterima berbagai kalangan, terutama generasi muda.
“Lempah kuning bukan sekadar makanan. Ia punya makna kebersamaan, kehangatan keluarga, dan warisan rasa yang patut dijaga,” ujar Yossi.
Akbar, selaku kolaborator dalam proyek ini, menambahkan bahwa Lempah Kuning dikemas dengan sentuhan pop daerah modern, agar bisa diterima di platform digital seperti TikTok dan YouTube tanpa kehilangan nuansa tradisionalnya.
“Kami ingin budaya Bangka terus hidup, dikenal luas lewat karya musik. Semoga lagu ini bisa menjadi pintu bagi promosi kuliner khas Bangka di kancah nasional bahkan mancanegara,” kata Akbar.
Unggahan cuplikan lagu “Lempah Kuning” di TikTok Yossi Pangkalpinang menampilkan narasi ajakan untuk mencintai budaya sendiri:
“Lempah Kuning… makanan khas Bangka yang memiliki cita rasa sangat nikmat. Mari, kita lestarikan budaya kite agar semakin dikenal di seluruh kota bahkan mancanegara.”
Dengan pesan sederhana namun sarat makna, lagu ini diharapkan dapat memperkuat citra Bangka sebagai daerah yang kaya rasa dan budaya, sekaligus menjadi inspirasi bagi seniman muda lainnya untuk terus mengangkat nilai-nilai lokal dalam karya mereka.








