Suaranusantara.online
MALANG – Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa limbah kotoran ternak khususnya dari hewan sapi yang masih memiliki nilai manfaat, belum lama ini KKN Berdampak 146 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) edukasi dalam pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran sapi, di Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Menurut Ibu Poniman (salah seorang warga Desa Argosari) mengatakan, program tersebut penting dan membantu sekali para petani.
“Warga di Dusun Bendrong ini merasa program tersebut penting, karena di dusun ini sendiri membutuhkan banyak pupuk dan menanam segalanya membutuhkan pupuk”,
“Pengolahan limbah ini bisa jadi jangka panjang jika warganya mau bersabar, karena membuat pupuk tersebut menggunakan waktu yang lama”,
“Harapan setelah mahasiswa KKN telah selesai sehingga program tersebut bisa tetap berjalan dikhususkan untuk warga yang mempunyai ladang diharapkan tidak berhenti dan terus melanjutkan program ini secara konsisten,” tuturnya,
Sementara itu, Kartika Amelia Permatasari (pemateri) menyampaikan, melalui kegiatan sosialisasi serta edukasi tersebut diharapkan masyarakat faham bahwa limbah ternak bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk kompos, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah ternak, khususnya kotoran sapi, masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian”,
“Dengan metode yang sederhana dan bahan yang mudah ditemukan, masyarakat diharapkan dapat mengolah limbah secara mandiri sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah yang tidak tepat”,
“Yang terpenting, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” tandasnya,
Di sisi lain Dhori (Kepala Dusun Bendrong) mengungkapkan harapan serta rasa terimah kasih atas edukasi yang diberikan KKN berdampak 146 UMM.
“Program pembuatan pupuk kompos dari limbah sapi tersebut termasuk keperluan dari Dusun Bendrong ini sendiri, karena melimpahnya limbah dan pembuangannya tidak ke sungai”,
“Potensi dari program ini mungkin bisa menjadi jangka panjang tergantung kondisi lahan pertanian, jika lahan pertanian warga di sini tidak dijual ke luar desa, maka bisa berjangka panjang”,
“Harapan setelah mahasiswa KKN memperkenalkan cara pembuatan pengolahan pupuk kompos ini terhadap masyarakat supaya masyarakat bisa memperpanjang dan belajar membuat kompos, agar limbah tersebut tidak terbuang di sungai lagi dan semoga hasil pupuk tersebut bisa membuat tanaman lebih bagus dan tumbuh dengan sehat”,
“Jika program ini berhasil, harapannya untuk tanamannya bagus, lingkungan jadi bersih, sungai bisa dinikmati oleh hewan-hewan yang hidup di situ,” tandasnya,
KKN Berdampak 146 UMM dengan DPL Muhammad Muslih, S.Kep. Ns., M.Sc., Ph.D. dan Kordes Arrafi Fajar Ferdinandi tersebut mendapat sambutan penuh antusias dari warga Desa Argosari.
(Ainur Rofiq)







