Kapolda Babel Ungkap Penangkapan Terduga Penembak di Toboali, Motif Masih Didalami

PANGKALPINANG — Pelarian terduga pelaku penembakan yang menewaskan seorang warga di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, berakhir di Pelabuhan Tanjung Kalian. Pria berinisial MA itu ditangkap polisi pada pukul 21.45 WIB, kurang dari 24 jam setelah peristiwa penembakan terjadi.

Irjen. Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H. Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan, penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat. MA diduga hendak melarikan diri melalui jalur laut ketika petugas mengamankannya di pelabuhan tersebut.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di sebuah rumah kontrakan di Jalan Payak Ubi, Kecamatan Toboali. Seorang warga menjadi korban dan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala.

Setelah kejadian, jenazah korban dievakuasi dan menjalani autopsi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan proyektil peluru di dalam tubuh korban. Temuan itu menjadi salah satu barang bukti yang ditelusuri penyidik untuk mendalami peristiwa tersebut.

Sementara itu, senjata yang diduga digunakan dalam penembakan disebut berjenis revolver dan diduga merupakan senjata rakitan. Namun, senjata api tersebut belum ditemukan. Berdasarkan keterangan sementara, MA mengaku telah membuangnya.

Polisi masih melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan senjata tersebut. Penemuan senjata dinilai penting dalam proses penyidikan, termasuk untuk mencocokkan barang bukti dengan hasil pemeriksaan forensik.

Motif belum terang

Meski terduga pelaku telah ditangkap, motif penembakan belum dapat dipastikan. Kapolda menyebut penyidik masih mendalami keterangan MA yang disebut berubah-ubah selama pemeriksaan.

Keterangan awal menyebutkan MA datang ke lokasi dalam kondisi mabuk atau sedang bercanda sebelum penembakan terjadi. Namun, rangkaian peristiwa yang sebenarnya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.

Polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang merupakan rekan di lokasi kejadian. Keterangan mereka menjadi bagian dari upaya penyidik menyusun kronologi secara utuh dan menguji keterangan terduga pelaku.

Selain itu, hasil tes urine setelah penangkapan menunjukkan adanya kandungan narkoba dalam tubuh MA. Temuan tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku, tetapi belum dengan sendirinya menjelaskan motif maupun penyebab terjadinya penembakan.

Penyidik masih perlu mengungkap bagaimana senjata api diperoleh, apa yang mendahului penembakan, serta apakah terdapat faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Kepolisian menyatakan akan menuntaskan penanganan perkara dan memberikan perlindungan kepada korban serta keluarganya. Pengungkapan kasus selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan saksi, pendalaman keterangan MA, dan pencarian senjata yang diduga digunakan dalam penembakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *