Gembira saat melakukan aksi demo.
Suaranusantara.online
LANGKAT – Lagi-lagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Langkat diduga mark up anggaran APBD Langkat. Gembira (Gerakan Mahasiswa Indonesia Raya) melakukan aksi demo, mempertanyakan pembelian alat transportasi roda empat dan puluhan sepeda motor pada anggaran tahun 2024 yang diduga penuh dengan kecurangan.
Kepala Dinkes Langkat, dr. Juliana seakan-akan kebal hukum, pekak, berulang kali dikritisi, namun masih pura-pura pekak dan terus-menerus menggerogoti anggaran di Dinkes tersebut dan apabila tersandung, diduga dengan mudah mengeluarkan surat merah.
Gembira pada Jum’at (09/1/2026) melakukan aksi meminta pada Bupati Langkat menindak lanjuti kenerja Kadis Kesehatan Langkat tanpa terkecuali .
“Anggaran APBD Langkat, bukan milik dr. Juliana pribadi, tapi diperuntukan untuk kesejahteraan dan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Langkat dan diminta kepada Bupati Langkat untuk menghantarkan Kadis Kesehatan Langkat untuk diperiksa kinerjanya ke APH,” ujar perwakilan Gembira dengan kecewa.
Kadis Kesehatan terkesan tidak mendukung kinerja para atasannya tersebut apalagi kondisi Langkat anyar tertimpa prahara bencana alam banjir. Yang mengakibatkan kesehatan masyarakat Langkat kurang baik.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kabupaten Langkat yang akrab disapa dengan Bung Zaid Lubis yang sejak awal mendukung kinerja Bupati dan Wakil Bupati Langkat kini malah merasa kecewa.
“Masyarakat langkat sudah muak dengan Hiruk pikuk kinerja para koruptor di Langkat,” ungkapnya.
Menurutnya proses pengadaan 2 unit mobil ambulan merek Mitsubishi Triton, 4 unit Kijang Innova 2 O G dan 31 unit kendaraan roda dua (sepeda motor) menimbulkan kecurigaan dari mulai harga dan juga dealer penyedia nuansa mark up berpotensi terjadinya KKN.
“Anggaran 5 millyar TA 2024 tersebut diperuntukan pembelian kendaraan dinas semestinya dibeli dari dealer resmi Mitsubishi, Toyota dan juga Honda sebagai dealer resminya bukan ke tempat yang justru tidak ada penjualan jenis merknya,” pungkas Bung Zaid di Stabat, Jum’at (9/1/2026).
(….eea………).








