PANGKALPINANG — Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka melakukan audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (1/10/2026). Pertemuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut membahas sejumlah agenda strategis kesejarahan dan pembangunan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi, menyampaikan tiga usulan utama. Pertama, pengusulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2027, yang diawali dengan Seminar Kepahlawanan Nasional pada 12 Oktober 2026 mendatang di Sungailiat.
Kedua, pengalihan fungsi kediaman eks Tony Wen menjadi Museum Sejarah Bangka Belitung. Ketiga, pengusulan tiga tokoh daerah yakni Hudarni Rani, Eko Maulana Ali, dan Rosman Djohan sebagai Pahlawan Daerah pada momentum Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-26. Ketiganya dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembentukan provinsi serta perjuangan hak-hak masyarakat pada masa kepemimpinannya.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyambut positif seluruh usulan yang disampaikan pengurus SMSI Bangka. Menurutnya, gagasan yang dibawa SMSI Bangka sejalan dengan rencana pemerintah daerah dalam merawat ingatan sejarah dan menghargai jasa para tokoh pembentukan provinsi.
“Usulan ini sebenarnya sudah lama ada dalam pemikiran kita. Insyaallah pada momentum Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-26 nanti, ketiga tokoh tersebut akan diupayakan ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah,” ujar Hidayat Arsani.
Terkait keberadaan rumah eks kediaman Tony Wen, Hidayat menyatakan pihak Pemerintah Provinsi akan berkoordinasi dengan PT Timah Tbk agar aset tersebut dapat dihibahkan dan difungsikan sebagai museum sejarah daerah. Ia memberikan apresiasi kepada SMSI Bangka atas inisiatif memperjuangkan nilai-nilai historis Bangka Belitung.
Selain agenda kesejarahan, Hidayat Arsani memotivasi SMSI Bangka untuk terus mengawal isu-isu kesejahteraan dan hak-hak masyarakat di daerah. Ia menyinggung dinamika tata kelola perkebunan, seperti penyelesaian kemitraan plasma PT Gunung Maras Lestari (GML) dengan sekitar 7.000 masyarakat, yang diharapkan dapat berjalan kondusif tanpa kendala provokasi pihak luar.
Ia berharap kolaborasi antara insan pers dan pemerintah daerah terus terjalin secara kritis dan konstruktif guna memajukan kesejahteraan masyarakat serta membina generasi muda yang berjiwa patriotik di Bangka Belitung. (Red)







