Dosen UBB Serahkan Buku Ilmiah Kerang Darah, Dukung Perencanaan Budidaya Berbasis Riset di Bangka Barat

MUNTOK – Upaya memperkuat pengembangan budidaya kerang darah di Kabupaten Bangka Barat mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Eva Prasetiyono, S.Pi., M.Si., menyerahkan buku referensi ilmiah berjudul Kerang Darah: Biologi, Ekologi dan Potensi Pengembangan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bangka Barat, Jumat (31/7/2026).

Buku yang diterbitkan UBB Press tersebut diterima langsung oleh Kepala Bapperida yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Bangka Barat, Abimanyu, didampingi Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bustanil Arifin, di Ruang Kerja Kepala Bapperida.

Eva Prasetiyono menjelaskan buku tersebut merupakan hasil pengembangan dari riset disertasinya saat menempuh pendidikan doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB). Penyusunannya dilakukan bersama tim promotor yang terdiri dari Prof. Kukuh Nirmala, Prof. Eddy Supriyono, Prof. Sukenda, dan Dr. Yuni Puji Hastuti.

Menurut Eva, buku itu disusun untuk menjembatani hasil penelitian akademik dengan kebutuhan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mengembangkan budidaya kerang darah secara berkelanjutan.

“Buku ini kami harapkan menjadi referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, akademisi maupun pembudidaya dalam mengembangkan budidaya kerang darah berbasis ilmu pengetahuan dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, penelitian yang menjadi dasar penyusunan buku dilakukan menggunakan benih kerang darah yang diambil dari kawasan Sukal, Bangka Barat. Kawasan tersebut bersama Tanjung Punai dan Kundi selama ini dikenal sebagai sentra utama budidaya kerang darah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Buku tersebut membahas berbagai aspek penting mulai dari biologi dan ekologi kerang darah, teknik budidaya, pengelolaan kualitas air, kesehatan organisme, penanganan pascapanen, hingga potensi ekonomi dan strategi pengembangan sektor budidaya kerang darah di Indonesia.

Kepala Bapperida Bangka Barat, Abimanyu, menyambut baik kontribusi akademik tersebut. Menurutnya, referensi ilmiah sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis data dan hasil penelitian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan. Buku ini menjadi referensi yang sangat berharga dalam mendukung perencanaan pembangunan, khususnya pengembangan potensi budidaya kerang darah di Bangka Barat,” katanya.

Ia menilai keberadaan sentra budidaya kerang darah di kawasan Sukal, Tanjung Punai, dan Kundi merupakan potensi ekonomi yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan. Karena itu, hasil riset dari perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui kolaborasi antara Universitas Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, pengembangan sektor budidaya kerang darah diharapkan semakin maju dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, inovasi, serta pengelolaan sumber daya pesisir yang ramah lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *