Didit Srigusjaya: Kenaikan Harga Timah Diyakini Dongkrak Pergerakan Ekonomi Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG – Kenaikan harga timah dunia dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong pergerakan ekonomi di Bangka Belitung. Dalam audiensi bersama manajemen PT Timah Tbk, sejumlah perwakilan DPRD dan masyarakat menegaskan bahwa penyesuaian harga di tingkat penambang akan berdampak langsung terhadap ekonomi daerah.

Mayoritas masyarakat Bangka Belitung masih bergantung pada sektor pertambangan. Karena itu, setiap kenaikan harga timah yang dirasakan di lapangan akan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Kalau harga naik dan benar-benar dirasakan penambang, uang itu tidak disimpan. Langsung berputar di pasar, di warung, di toko bangunan, di kebutuhan sehari-hari,” disampaikan dalam forum.

Efek Domino Ekonomi

Kenaikan harga timah dinilai memiliki efek domino:

Meningkatkan pendapatan penambang.

Mendorong konsumsi rumah tangga.

Menggerakkan sektor perdagangan dan jasa.

Mengurangi tekanan ekonomi masyarakat.

Sebaliknya, jika harga dunia naik namun tidak segera diikuti penyesuaian di tingkat penambang, maka peluang pertumbuhan ekonomi daerah bisa tertahan.

Momentum yang Tidak Boleh Hilang

Para peserta rapat menilai momentum harga global yang tinggi harus dimanfaatkan. Penyesuaian harga yang cepat dan proporsional akan membantu menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Saat ini, manajemen PT Timah menyampaikan bahwa formula harga tengah dibahas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun masyarakat berharap ada langkah cepat agar dampak positif kenaikan harga dunia bisa segera dirasakan di Bangka Belitung.

Bagi daerah penghasil timah seperti Bangka Belitung, harga komoditas bukan hanya angka dalam kontrak ekspor, melainkan denyut nadi ekonomi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *